OJK: 33 Persen Masyarakat Sulsel Belum Paham Jasa Keuangan, Rawan Tertipu

  • 03 Okt 2026 20:19 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat mengingatkan masyarakat agar meningkatkan pemahaman sebelum menggunakan produk dan layanan jasa keuangan. Peringatan tersebut disampaikan Kepala OJK Sulselbar, Moch Muchlasin saat memberikan keterangan pada kegiatan Financial Expo atau Fin Expo yang berlangsung di Trans Studio Mall Makassar, yang berlangsung 2 hingga 4 Oktober 2026.

Moch Muchlasin mengatakan, tingginya penggunaan jasa keuangan di Sulawesi Selatan belum sepenuhnya diikuti dengan pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan yang digunakan. “Kurang lebih 94 persen masyarakat Sulawesi Selatan ini sudah banyak menggunakan jasa keuangan. Namun yang masih belum teredukasi itu masih cukup banyak, baru ada 61 persen yang memahami,” kata Moch Muchlasin. Sabtu, 3 Oktober 2026.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan masih terdapat sekitar 33 persen masyarakat yang belum memahami jasa keuangan secara memadai. Kesenjangan antara tingkat penggunaan dan pemahaman tersebut dinilai perlu menjadi perhatian karena dapat membuka peluang masyarakat menggunakan produk dari lembaga jasa keuangan yang tidak berizin.

“Kurang lebih ada 33 persen yang belum memahami jasa keuangan. Itu akan menjadi celah kemungkinan ada yang tertipu, ada yang membeli produk-produk dari lembaga jasa keuangan yang tidak berizin,” ujarnya.

Untuk memperkecil risiko tersebut, Muchlasin menyebut terus memperluas edukasi keuangan melalui kerja sama dengan pemerintah daerah, lembaga jasa keuangan, perguruan tinggi, media, ASN hingga pelaku UMKM.

Sepanjang 2026, OJK Sulselbar telah melaksanakan 198 kegiatan edukasi dan menargetkan semakin banyak masyarakat memperoleh pemahaman mengenai produk serta layanan jasa keuangan. “Kita sudah melakukan 198 kali kegiatan selama tahun 2026 ini. Kami berharap lebih dari itu sampai akhir tahun, kita sudah kurang lebih ada dua juta orang yang kita edukasi,” tutur Moch Muchlasin.

Edukasi juga dilakukan melalui radio, kegiatan di kampus, sosialisasi kepada ASN dan UMKM, serta business matching. Melalui Fin Expo, OJK kembali mengajak masyarakat memahami jasa keuangan sekaligus lebih cermat sebelum memilih dan menggunakan produk keuangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....