OJK Sulselbar Ajak Masyarakat Siapkan Dana Pensiun sejak Dini

  • 29 Sep 2026 11:51 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Kata pensiun terasa masih sangat jauh, saat seseorang masih sekolah, kuliah, atau baru mulai bekerja, sehingga masa pensiun seolah-olah belum menjadi sesuatu yang perlu dipikirkan sekarang. Padahal, kalau dilihat kembali, waktu terus berjalan. Hari ini kita berada di usia produktif, memiliki kesempatan untuk belajar dan bekerja serta memperoleh penghasilan.

Namun, akan ada waktunya ketika kemampuan kita untuk bekerja dan memperoleh penghasilan tidak lagi sama seperti saat ini. mempersiapkan masa pensiun bukanlah sesuatu yang perlu kita tunggu sampai usia mendekati pensiun. Justru, pensiun sejahtera dimulai dari keputusan-keputusan keuangan yang kita lakukan sejak sekarang.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala OJK Provinsi Sulselbar, Bapak Mochamad Muchlasin, saat hadir sebagai narasumber dalam program Obrolan Tematik Pro 4 RRI Makassar pada Selasa, 29 September 2026, untuk mengupas pentingnya perencanaan dana pensiun sejak dini. Dalam dialog tersebut, Bapak Mochamad Muchlasin menjelaskan bahwa dana pensiun merupakan sejumlah dana yang dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan seseorang ketika sudah memasuki masa pensiun atau tidak lagi bekerja.

Meski bagi sebagian kalangan, terutama pelajar, masa pensiun terasa masih sangat jauh, pemahaman dan persiapan sejak dini justru memberikan kesempatan yang lebih besar untuk membangun kondisi keuangan yang tangguh di masa depan. Ia memaparkan bahwa siklus kehidupan manusia terbagi ke dalam beberapa tahapan penting.

Pada masa produktif, yakni sekitar usia 20 hingga 55 tahun, tingkat pendapatan umumnya terus meningkat seiring perkembangan karier sebelum akhirnya mencapai titik puncak. Sebaliknya, ketika memasuki masa kurang produktif atau pensiun, pendapatan cenderung mulai menurun drastis.

Kondisi siklus kehidupan tersebut menegaskan betapa krusialnya merencanakan keuangan sejak usia muda. "Prinsipnya sederhana: masa depan perlu dipersiapkan sejak sekarang, termasuk masa pensiun, karena ketika pendapatan masih tinggi, sebagian penghasilan sebaiknya dialokasikan untuk kebutuhan, tabungan, dana darurat, investasi, dan persiapan masa pensiun agar kita tetap memiliki cadangan keuangan di kemudian hari," ujar Bapak Mochamad Muchlasin.

Lebih lanjut, ia menyoroti data terkait tingkat pemahaman masyarakat terhadap sektor ini. Berdasarkan hasil survei terbaru, Indeks Literasi Keuangan Dana Pensiun tercatat berada di angka 22,21 persen, sementara Indeks Inklusi Keuangan Dana Pensiun baru mencapai 5,10 persen. Angka ini mencerminkan bahwa akses dan pemanfaatan produk dana pensiun di tengah masyarakat masih tergolong rendah.

Menanggapi kesenjangan tersebut, OJK menekankan perlunya langkah strategis yang komprehensif dari berbagai pihak terkait. "Memiliki pengetahuan mengenai dana pensiun belum otomatis membuat masyarakat menggunakan produk tersebut, sehingga upaya peningkatan literasi perlu diikuti dengan kemudahan akses, ketersediaan produk yang sesuai kebutuhan, serta pemahaman mendalam mengenai manfaatnya dalam mempersiapkan kehidupan setelah masa produktif," tegasnya.

Sebagai panduan bagi pendengar yang ingin mulai merencanakan masa depan, OJK memperkenalkan dua jenis utama dana pensiun, yakni Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK) dan Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK), yang masing-masing juga tersedia dalam pilihan konvensional maupun prinsip syariah. Masyarakat diimbau untuk tidak hanya tergiur pada besarnya manfaat yang ditawarkan, melainkan harus mencermati besaran iuran, risiko, hingga hak serta kewajiban peserta.

Selain itu, pengelolaan keuangan secara umum juga memegang peranan vital dalam mewujudkan stabilitas finansial jangka panjang. Masyarakat diajak untuk menerapkan prinsip anggaran ideal seperti metode alokasi 40 persen untuk kebutuhan pokok, 30 persen untuk pos cicilan utang, 20 persen untuk tabungan dan investasi termasuk dana pensiun, serta 10 persen untuk dana darurat maupun sosial.

Poin paling fundamental dalam mengelola keuangan pribadi adalah membiasakan diri untuk menyisihkan uang di awal periode, bukan menyisakannya di akhir. Dengan pemahaman yang bijak serta pemilihan produk yang tepat, dana pensiun bukan lagi sekadar instrumen pelengkap keuangan, melainkan fondasi utama untuk memastikan kehidupan di hari tua tetap mandiri dan sejahtera.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....