Ekonomi Sulsel Tetap Tumbuh di tengah Dinamika Global

  • 13 Sep 2026 13:38 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Permata Bank mendorong nasabah untuk melihat perubahan ekonomi dan dinamika pasar bukan semata sebagai tantangan, tetapi juga sebagai peluang untuk bertumbuh dan mengambil keputusan pengelolaan kekayaan secara lebih adaptif. Pesan tersebut disampaikan dalam rangkaian Wealth Wisdom 2026 yang digelar di Makassar pada 10 September 2026.

Kegiatan ini mengusung tema “Finding Balance, Building Resilience” dengan semangat “Growing Together Through Changes”. Makassar dipilih sebagai salah satu kota penyelenggara karena dinilai memiliki potensi ekonomi yang terus berkembang.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), perekonomian Sulawesi Selatan pada triwulan II 2026 tumbuh 5,59 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy).nPertumbuhan tersebut dinilai menunjukkan aktivitas ekonomi Sulawesi Selatan tetap terjaga sekaligus membuka peluang yang perlu direspons dengan strategi pengelolaan keuangan dan kekayaan yang semakin adaptif.

Direktur Consumer & Branch Banking Permata Bank, Eddie Sajoga, mengatakan Makassar memiliki posisi strategis sebagai salah satu pusat ekonomi penting di kawasan Indonesia Timur.

“Makassar merupakan salah satu pusat ekonomi penting di Indonesia Timur, dengan peran strategis dalam perdagangan, jasa, kesehatan, dan keuangan. Sejalan dengan pertumbuhan ekonominya, kami melihat potensi Makassar sebagai salah satu pasar wealth management yang terus berkembang,” ujar Eddie dalam keterangan pada sabtu (12/09/2026).

Menurut Eddie, pengelolaan kekayaan perlu dilakukan dengan melihat berbagai aspek kehidupan, mulai dari kebutuhan individu dan keluarga hingga keberlangsungan bisnis lintas generasi.

“Kami percaya pengelolaan kekayaan perlu dilihat dari berbagai perspektif, mulai dari individu, keluarga, hingga bisnis, untuk meningkatkan kualitas hidup, memberikan perlindungan finansial, serta menjaga keberlanjutan bisnis lintas generasi,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, Permata Bank juga menghadirkan sesi Market Outlook bertajuk “Turning Economic Shifts into Opportunities”. Sesi ini menghadirkan Direktur PT Ashmore Asset Management Indonesia Steven Satya Yudha dan investor saham Lo Kheng Hong.

Steven menyoroti perubahan dalam dinamika ekonomi global dan pasar modal sepanjang 2026. Sejumlah isu seperti ketahanan energi, mineral kritis, perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), konsentrasi aset, hingga dinamika suku bunga dinilai turut memengaruhi arah pasar.

“Di tengah perubahan ekonomi global dan dinamika pasar yang begitu cepat, penting bagi investor untuk tidak hanya melihat apa yang sedang terjadi, tetapi juga memahami peluang yang muncul di balik perubahan tersebut,” ujar Steven.

Sementara itu, Lo Kheng Hong menekankan pentingnya memahami fundamental perusahaan dan memiliki kesiapan dalam mengelola dana ketika menghadapi perubahan maupun koreksi pasar.

“Dalam berinvestasi, kita perlu memahami apa yang kita beli dan melihat kualitas bisnis serta kemampuan perusahaan untuk terus bertumbuh. Pada dasarnya risiko datang dari ketidaktahuan kita,” kata Lo Kheng Hong.

Wealth Wisdom 2026 menjadi penyelenggaraan ke-12 sebagai bagian dari komitmen Permata Bank menghadirkan literasi dan edukasi berkelanjutan bagi nasabah dalam mengelola kekayaan secara lebih holistik.

Program tersebut tidak hanya menitikberatkan pada pertumbuhan aset, tetapi juga bagaimana kekayaan dapat dikelola secara bijak agar memberikan manfaat bagi kehidupan, keluarga, lingkungan, serta generasi mendatang.

Pendekatan Wealth Wisdom mencakup enam pilar utama, yakni Frugality, Purpose, Health, Relation, Giving, dan Moments. Keenam pilar tersebut menjadi landasan dalam membangun keseimbangan dan ketangguhan finansial di tengah perubahan.

Setelah Semarang dan Makassar, rangkaian Wealth Wisdom 2026 akan dilanjutkan di Bali pada 15 September, Medan 23 September, Bandung 30 September, dan Surabaya 7 Oktober, sebelum ditutup di Jakarta pada 22 Oktober 2026.Jika ingin, saya juga bisa buatkan 3 alternatif judul yang lebih “menggigit” dengan gaya media online Makassar, tetap berdasarkan isi rilis ini.(**)

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....