DP3A Sulsel Dorong Penguatan Literasi dan Dukungan Suami dalam Usaha Perempuan

  • 25 Agt 2026 21:17 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Kemajuan teknologi komunikasi dan informasi saat ini menjadi peluang besar bagi perempuan untuk memperkuat perekonomian keluarga dari rumah. Hal ini disampaikan Fungsional Ahli Muda Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak DP3A Sulsel, Muhammad Subhan Rezki pada Obrolan Pengarusutamaan Gender di Pro 1 RRI Makassar Senin, 24 Agustus 2026.

Kendati demikian ungkap Subhan, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3A Dalduk KB) Sulawesi Selatan menggarisbawahi pentingnya literasi digital serta dukungan pasangan agar usaha tersebut berjalan aman dan berkelanjutan. "Dari rumah pun seseorang bisa memasarkan produknya melalui media sosial maupun marketplace yang ada, sehingga sangat efisien bagi ibu rumah tangga," kata Subhan.

Namun, Subhan mengingatkan agar pemanfaatan teknologi tersebut dibarengi dengan pemahaman literasi digital yang memadai untuk mencegah potensi bahaya penipuan online. "Perempuan perlu memahami risiko di dunia digital seperti pinjaman online ilegal, investasi bodong, hingga pencurian data pribadi agar niat mengembangkan usaha tidak menimbulkan masalah baru," jelasnya.

"Dukungan suami itu sederhana namun berdampak besar, seperti memberikan kesempatan kepada istri untuk mengikuti pelatihan, membantu mengasuh anak, serta menghargai pendapat istri," tutur Subhan.

Ia menambahkan, pemberdayaan ekonomi istri tidak boleh dipandang sebagai ancaman atau bentuk persaingan terhadap posisi suami di dalam rumah tangga. "Pemberdayaan perempuan jangan dianggap sebagai ancaman bagi laki-laki; perempuan yang berdaya justru akan membuat fondasi keluarga semakin kuat," tegasnya.

DP3A Sulsel juga menekankan pentingnya pembangunan iklim Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berbasis potensi daerah, seperti pengolahan hasil laut di wilayah pesisir. "Kami memberikan pelatihan terintegrasi yang disesuaikan dengan potensi daerah, seperti pengolahan abon atau nugget ikan di kawasan pesisir, lengkap dengan tata cara pengemasan hingga pemasaran," ujar Subhan.

Langkah komprehensif ini Subhan berharap dapat membangun ketahanan keluarga secara menyeluruh, baik dari segi finansial, psikologis, maupun hukum. "Prinsipnya teknologi dan keterampilan ini harus digunakan sebagai alat untuk memberdayakan, dengan tetap menjaga keharmonisan dan keselamatan anggota keluarga," tutup Subhan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....