KKI 2026 Buka Peluang Ekspor UMKM Sulsel
- 23 Agt 2026 12:24 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 menjadi panggung penting bagi pelaku UMKM Sulawesi Selatan untuk memperluas pasar hingga ke mancanegara. Melalui rangkaian business matching ekspor, tujuh UMKM Sulsel berhasil menjalin kesepakatan awal dengan sejumlah calon pembeli dari luar negeri.
KKI 2026 berlangsung pada 20 hingga 23 Agustus 2026 dengan mengusung semangat “Beudaya Meusare Sare” atau “Berdaya Bersama-sama”. Kegiatan ini tidak hanya mempertemukan UMKM dengan calon pembeli, tetapi juga membuka akses pembiayaan bagi pelaku usaha.
Bank Indonesia turut memfasilitasi business matching pembiayaan antara delapan lembaga keuangan dengan UMKM mitra masing-masing. Delapan lembaga tersebut terdiri atas BRI, BCA, BSI, Mandiri, SMBC, Panin Bank, OCBC, dan BNI.
Hingga Juli 2026, fasilitasi business matching pembiayaan UMKM yang dilakukan Bank Indonesia telah mencapai Rp285 miliar. Nilai tersebut terdiri atas pembiayaan inklusif sebesar Rp150 miliar dan pembiayaan berkelanjutan senilai Rp135 miliar.
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Aida S. Budiman, mengatakan Bank Indonesia berupaya memperkuat ekosistem pembiayaan UMKM melalui berbagai kebijakan dari sisi perbankan maupun pengembangan pelaku usaha.
“Bank Indonesia berperan sebagai katalis dalam memperkuat pembiayaan UMKM dari sisi supply dan demand,” ujar Aida S. Budiman MINGGU (23/8/2026).
Menurutnya, penguatan pembiayaan UMKM membutuhkan kerja sama berkelanjutan antara Bank Indonesia, pemerintah, sektor keuangan, dan seluruh pemangku kepentingan agar mampu menjawab berbagai tantangan yang dihadapi pelaku usaha.
“Penguatan ekosistem pembiayaan UMKM ke depan memerlukan komitmen yang konsisten, inovasi yang adaptif, serta sinergi yang semakin erat,” tambahnya.
Di Sulawesi Selatan, Bank Indonesia terus memperkuat pengembangan UMKM melalui program UMKM Rewako atau Resilient, World Class, Agile, dan Knowledgable. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kapasitas usaha, rekam jejak keuangan, visibilitas, hingga akses pasar.
Pada KKI 2026, BI Sulsel melibatkan tujuh UMKM dalam 14 sesi business matching ekspor secara langsung dan satu sesi secara daring. Produk yang ditawarkan antara lain kopi Arabica Malino, Toraja, Enrekang, hingga kacang mete.
Business Matching Ekspor yang berlangsung pada 20–22 Agustus 2026 menghasilkan Letter of Intent atau LOI antara tujuh UMKM Sulsel dengan calon pembeli dari luar negeri. Potensi nilai transaksi yang tercatat diperkirakan melampaui Rp380,75 juta.
Kopi Luwak Malino mencatat nilai LOI terbesar melalui kesepakatan potensi transaksi kopi Arabica Malino senilai Rp245 juta dengan buyer asal Kanada. Selain itu, CV Panrita Jaya Group juga mencatat potensi transaksi Rp92,25 juta dengan calon pembeli dari Singapura.
Sejumlah produk UMKM Sulsel lainnya kini juga memasuki tahap uji pasar dan pengiriman sampel ke sejumlah negara, termasuk Tiongkok, Amerika Serikat, dan Singapura. Produk tersebut berasal dari My Coffeeza Indonesia, Kopivolusi, serta PT Bunly Abadi Bersama.
Melalui KKI 2026, Bank Indonesia Sulawesi Selatan bersama para pemangku kepentingan berkomitmen terus memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing UMKM agar mampu menembus pasar global serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.(**)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....