BI Sulsel Dorong Pariwisata Ramah Muslim lewat IMTI 2026
- 02 Sep 2026 18:48 WIB
- Makassar
RRI. CO. ID, MAKASSAR - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sulawesi Selatan bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mendorong penguatan ekosistem Pariwisata Ramah Muslim melalui Forum Diskusi Kajian Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2026. Forum tersebut digelar di Ruang Rapat Sipakainge, Lantai 2 Kantor Perwakilan BI Sulsel, Jalan Jenderal Sudirman No. 3, Makassar, Rabu (2/9/2026).
Kegiatan dibuka Deputi Kepala Perwakilan BI Sulsel, Firman Hidayat, dan dihadiri Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Sulsel, Andi Mirna, Ekonom Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah BI Annisa Elma Nabila, tim kajian IMTI dari Enhai Halal Tourism Center (EHTC) Politeknik Pariwisata NHI Bandung dan CrescentRating, asosiasi pariwisata serta sejumlah pemangku kepentingan. Forum ini menjadi bagian dari rangkaian kajian dan asesmen IMTI 2026, termasuk site visit yang dilakukan di Sulawesi Selatan. Tahun ini, Sulsel menjadi satu dari 14 provinsi yang mengikuti asesmen IMTI 2026.
Sulawesi Selatan juga telah masuk dalam 15 besar tahap penentuan rating dan ranking Destinasi Wisata Halal Unggulan Indonesia Tahun 2026. Firman Hidayat mengatakan, pelaksanaan IMTI menjadi momentum bagi Sulawesi Selatan untuk melihat secara lebih menyeluruh kesiapan dan perkembangan ekosistem Pariwisata Ramah Muslim.
“Pelaksanaan IMTI menjadi momentum penting bagi Sulawesi Selatan untuk memperoleh pemetaan yang lebih komprehensif mengenai kesiapan dan perkembangan ekosistem Pariwisata Ramah Muslim, sekaligus mengidentifikasi ruang penguatan ke depan,” ujar Firman Hidayat.
Menurutnya, hasil pemetaan tersebut menjadi pijakan untuk memperkuat tiga aspek utama dalam pengembangan Pariwisata Ramah Muslim di Sulsel. Pertama, destinasi perlu memberikan pengalaman yang baik bagi wisatawan, mulai dari kemudahan konektivitas, kebersihan, keamanan, akses informasi hingga kemudahan bertransaksi.
Kedua, destinasi ramah muslim diharapkan memiliki standar layanan berkelas global dan bersifat universal. Artinya, destinasi mampu memenuhi kebutuhan wisatawan muslim sekaligus tetap nyaman dan menarik bagi wisatawan dari berbagai negara, budaya dan latar belakang. Ketiga, pengembangan pariwisata perlu memiliki keterkaitan dengan potensi unggulan lokal, khususnya sektor UMKM dan kuliner.
Penguatan ketiga aspek tersebut membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai pemerintah daerah, pelaku industri pariwisata, UMKM, komunitas, asosiasi hingga lembaga terkait. Sinergi tersebut diharapkan mampu membangun ekosistem Pariwisata Ramah Muslim yang lebih terintegrasi, inklusif dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat halal value chain di Sulawesi Selatan.
KPwBI Sulsel berharap hasil asesmen IMTI 2026 tidak berhenti pada penentuan rating dan ranking. Hasil kajian tersebut diharapkan dapat menjadi referensi bersama dalam menyusun kebijakan dan program pengembangan pariwisata ramah muslim di Sulsel. Melalui kolaborasi lintas sektor, pelaksanaan IMTI 2026 diharapkan semakin memperkuat posisi Sulawesi Selatan dalam peta destinasi ramah muslim nasional serta memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor pariwisata dan penguatan rantai nilai halal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....