Kanada Dominasi Investasi Asing di Sulawesi Selatan
- 31 Mei 2026 22:20 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Sulawesi Selatan, mencatat realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) di Provinsi Sulawesi Selatan pada Triwulan I Tahun 2026 didominasi oleh investor asal Kanada, negara ini mencatatnilai investasi hingga mencapai Rp1,008 triliun atau setara dengan 44,14 persen dari total PMA di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Sulsel, Asrul Sani, mengungkapkan capaian tersebut didorong oleh beberapa negara besar yang menanamkan modalnya di Sulsel. Di bawah posisi Kanada, negara Australia menyusul di peringkat kedua, disusul oleh Singapura, Hongkong, dan Republik Rakyat Tiongkok. “Kalau berdasarkan realisasi ini, itu masih didominasi itu dari Kanada, yang PT Vale itu kan dari Kanada,” kata Asrul Sani, Minggu, 31 Mei 2026.
Setelah Kanada, Ia menambahkan negara – negara yang masuk dalam lima besar sebagai penyumbang investasi terbesar selain Kanada, “Kemudian ada Australia, Singapura, Hongkong sama Republik Rakyat Tiongkok, itu negara-negara lima besar yang berinvestasi di Sulsel,” ungkapnya
Lebih jauh, Ia menambahkan kabupaten Luwu dan Luwu Timur, menjadi daerah penyumbang investasi dari sektor pertambangan serta proyek pembangunan industri pengolahan komoditas menjadi daya tarik utama bagi para investor di kedua daerah tersebut.“Kalau kita lihat pergerakannya, itu sebenarnya masih investasi yang existing dari perusahaan lama,belum ada penambahan, rata-rata ini mereka menambah produksi ” ujar Asrul Sani
Asrul Sani menambahkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan kini tengah berfokus mendorong pengembangan kawasan industri terintegrasi demi memberikan kepastian bagi para pemodal. Ketersediaan lahan yang aman serta kelayakan infrastruktur pendukung dinilai menjadi kunci utama untuk mempermudah masuknya investasi global.
“Kecenderungannya investor asing itu kan tidak mau repot karena persoalan kita selalu pada masalah lahan,” tutur Asrul secara blak-blakan. “Nah kalau sudah ada kawasan industri kan sudah clear semua dan itu yang menjadi PR kita yang harus kita dorong,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....