OJK: Sektor Jasa Keuangan Sulsel Tetap Stabil hingga Juni 2026
- 11 Agt 2026 13:26 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat menilai kinerja sektor jasa keuangan di Sulawesi Selatan hingga Juni 2026 tetap stabil, meski perekonomian masih menghadapi ketidakpastian geopolitik dan tekanan inflasi. Kepala OJK Sulselbar Moch Muchlasin mengatakan stabilitas tersebut tercermin dari kinerja sektor perbankan, pasar modal, dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) yang masih terjaga.
Menurutnya, fungsi intermediasi perbankan juga berjalan dengan baik. Penghimpunan dana masyarakat maupun penyaluran kredit masih mencatat pertumbuhan positif. "Stabilitas sektor jasa keuangan tetap terjaga. Ini terlihat dari pertumbuhan penghimpunan dana masyarakat dan kredit serta perkembangan sektor jasa keuangan lainnya," ujar Moch Muchlasin, Selasa, 11 Agustus 2026.
Pada posisi Juni 2026, total aset perbankan di Sulawesi Selatan tumbuh 5,99 persen secara tahunan (yoy) menjadi Rp214,32 triliun. Sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 5,71 persen menjadi Rp149,77 triliun. DPK masih didominasi tabungan dengan porsi 61,45 persen, diikuti deposito 22,68 persen dan giro 15,87 persen. Kondisi tersebut menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap sektor perbankan tetap terjaga.
Dari sisi penyaluran dana, kredit perbankan tumbuh 5,27 persen (yoy) menjadi Rp176,30 triliun. Kredit produktif memiliki pangsa 52,28 persen dan tumbuh 2,36 persen, sedangkan kredit konsumtif memiliki pangsa 47,72 persen dengan pertumbuhan 8,66 persen.
Sektor perdagangan besar dan eceran menjadi sektor ekonomi dengan porsi kredit produktif terbesar, yakni 21,53 persen dari total penyaluran kredit.
Moch Muchlasin menambahkan, kualitas kredit masih perlu menjadi perhatian meskipun fungsi intermediasi perbankan berjalan baik. Loan to Deposit Ratio (LDR) tercatat 117,71 persen, sedangkan rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) berada pada level 3,70 persen."Perbankan tetap mampu menjalankan fungsi intermediasi untuk mendukung aktivitas ekonomi dengan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dan pengelolaan risiko," katanya.
Pihaknya akan terus memantau perkembangan sektor jasa keuangan sekaligus mendorong industri agar mampu memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat dan pelaku usaha di Sulawesi Selatan.
Perkembangan sektor jasa keuangan tersebut dinilai menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah sekaligus memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat dan pelaku usaha di Sulawesi Selatan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....