OJK Sulselbar Layani 752 Pengaduan dan Informasi Konsumen

  • 29 Jun 2026 10:19 WIB
  •  Makassar

RRI .CO.ID, Makassar– Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat terus memperkuat pelindungan konsumen melalui layanan informasi, pengaduan, dan edukasi keuangan yang mudah diakses masyarakat. Sepanjang Januari hingga Mei 2026, OJK mencatat sebanyak 752 layanan konsumen telah diberikan.

Dari total layanan tersebut, sebanyak 492 berupa pemberian informasi, 139 pengaduan, dan 121 penerimaan informasi. Berdasarkan sektor jasa keuangan, layanan didominasi sektor perbankan dengan 296 layanan, disusul fintech sebanyak 242 layanan dan perusahaan pembiayaan sebanyak 134 layanan.

Selain itu, layanan juga berasal dari sektor non-LJK sebanyak 29 layanan, asuransi 25 layanan, modal ventura 12 layanan, LJK lainnya delapan layanan, serta enam layanan dari sektor pasar modal. Data tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan pelindungan konsumen di sektor jasa keuangan.

Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Moch. Muchlasin, mengatakan OJK berkomitmen menghadirkan layanan yang responsif agar masyarakat memperoleh akses informasi dan penyelesaian pengaduan secara cepat. "Pada aspek pelindungan konsumen, OJK Sulsel Sulbar terus berkomitmen memberikan layanan yang responsif dan mudah diakses oleh masyarakat. Selama Januari hingga Mei 2026, kami telah memberikan 752 layanan konsumen yang mencakup informasi, pengaduan, dan penerimaan informasi," kata Muchlasin, Minggu 28 Juni 2026.

Selain layanan konsumen, OJK juga mencatat tingginya permintaan Informasi Debitur melalui Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK). Selama lima bulan pertama tahun 2026, terdapat 7.094 permintaan informasi SLIK, terdiri atas 5.091 layanan tatap muka (walk-in) dan 2.003 layanan secara daring.

Muchlasin menegaskan layanan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan transparansi dan kemudahan akses masyarakat terhadap informasi kredit, sekaligus mendukung pengambilan keputusan keuangan yang lebih baik. "Kami akan terus meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat, baik melalui kanal tatap muka maupun digital, agar masyarakat semakin terlindungi dan percaya terhadap sektor jasa keuangan," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....