Tantangan OJK Terhadap Literasi Keuangan di Masyarakat Masa Kini

  • 01 Mei 2026 08:50 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bukan hanya melakukan pengawasan terhadap perbankan tetapi juga memiliki tugas dan tanggung jawab meningkatkan literasi pemahaman di masyarakat tentang bagaimana menggunakan produk layanan keuangan dengan baik dan mendorong inklusi keuangan di masyarakat. Hal ini di ungkapkan Soedarmanto (Asisten Manajer OJK Provinsi SulSel-SulBar) dalam Obrolan Teras UMKM Pro4 RRI Makassar pada hari Rabu, 29 April 2026.

Soedarmanto mengatakan tantangan umum di masyarakat dalam mengelola keuangan adalah masih terbatasnya literasi keuangan. Banyak masyarakat yang belum sepenuhnya memahami cara menyusun anggaran, mengelola arus kas, maupun menghitung kemampuan bayar sebelum mengambil pembiayaan. Hal ini seringkali menyebabkan keputusan keuangan yang kurang tepat.

“Jadi tantangan hidup saat ini adalah pola hidup masyarakat kita yang di pengaruhi oleh sosial media tingkat konsumtifnya sangat tinggi berbeda dengan jaman dulu di mana budaya menabung cukup besar artinya ada uang ada keperluan lifestyle(gaya hidup) untuk di tampilkan di media sosial”, ucap Soedarmanto.

Soedarmanto menambahkan kemudahan akses pembiayaan digital yang tidak selalu diimbangi dengan pemahaman risiko, artinya masyarakat harus memahami layanan digital yang di sediakan oleh perbankan sangat baik, tinggal bagaimana masyarakat itu sendiri memahami dan menjaga keamanan akses yang kita miliki mulai dari Pin, Nomor kartu ATM harus di rahasiakan.

Lebih lanjut Soedarmanto menjelaskan kepercayaan yang di berikan industri jasa keuangan untuk menjaga akses perbankan kepada individu/ masyarakat untuk bertujuan agar jika terjadi penyalahgunaan akses di luar dari kemampuan perbankan, maka itu adalah human error individu itu sendiri bukan kesalahan perbankan.

“Keterbatasan akses terhadap lembaga keuangan formal, terutama di beberapa wilayah. Hal ini membuat sebagian masyarakat masih bergantung pada sumber pembiayaan informal yang berisiko tinggi, maka OJK setiap tahunnya berkunjung ke desa-desa untuk melakukan edukasi keuangan untuk meningkatkan literasi dengan tantangan terbesarnya adalah kondisi geografis wilayah yang dikunjungi, dimana masih ada beberapa kabupaten yang masih menempuh waktu perjalanan darat hingga puluhan jam, contoh daerah Sorowako”, terang Soedarmanto.

Pada akhirnya, literasi perbankan adalah upaya berkelanjutan untuk memberdayakan masyarakat secara ekonomi. Ketika akses perbankan yang terbatas berhasil diatasi dengan edukasi yang tepat, masyarakat akan memiliki kemampuan untuk merencanakan masa depan, mengembangkan usaha kecil mereka, dan memiliki perlindungan finansial yang lebih kuat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....