Investor Reksa Dana di Sulsel Capai Ribuan Orang, OJK Sulselbar: Cocok untuk Pemula

  • 17 Apr 2026 10:12 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Kepala OJK Sulselbar, Moch Muchlasin mengatakan hingga Februari 2026, di Provinsi Sulawesi Selatan tercatat 569.610 investor reksa dana. Dikatakan dari tiga instrumen pasar modal yang tersedia, yaitu reksa dana, obligasi dan saham, reksa dana merupakan instrumen yang paling banyak diminati oleh investor di Indonesia termasuk di Provinsi Sulawesi Selatan, khususnya investor Generasi milenial dan Gen-Z. “Minat masyarakat terhadap investasi terus meningkat, terutama dari generasi muda. Berdasarkan data BPS, penduduk usia 15–34 tahun mencapai sekitar 88,96 juta jiwa, tetapi investor reksa dana usia muda baru sekitar 12,82%,"kata Muchlasin, Jumat, 17 April 2026.

Artinya, lanjut Muchlasin, ruang peningkatan inklusi investasi masih sangat luas dan perlu didorong secara serius. Sebab jika dilihat lebih dalam, potensi tersebut masih sangat besar. Oleh karena itu, pada tanggal 27 April 2026 bertempat di main hall Bursa Efek Indonesia Jakarta akan terdapat peluncuran resmi kampanye nasional Program Investasi Terencana dan Berkala Reksa Dana (PINTAR Reksa Dana) sebagai salah satu inisiatif strategis untuk menjembatani potensi besar tersebut dengan realisasi partisipasi masyarakat yang lebih luas.

Selain itu, Moch Muchlasin juga menyampaikan pentingnya untuk dipahami bahwa investasi tidak hanya berbicara tentang keuntungan, tetapi juga risiko. Oleh karena itu, edukasi menjadi kunci utama agar masyarakat dapat berinvestasi secara bijak. Serta juga mengingatkan masyarakat untuk selalu memastikan legalitas produk dan memahami manfaat, risiko hak, dan kewajiban sebelum berinvestasi. Adapun resiko berinvestasi di reksa dana di antaranya pergerakan harga pasar yang fluktuatif, tergantung pada kondisi ekonomi dan politik, masalah likuiditas dan wanprestasi, serta kerugian nilai investasi yang mungkin terjadi.

Sementara itu, Dewan Presidium Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI), Marsangap P. Tamba menyebut pertumbuhan signifikan industri reksa dana pada tahun 2025 mencerminkan semakin kuatnya kepercayaan masyarakat terhadap instrumen investasi yang dikelola secara profesional. "Momentum ini perlu terus dijaga melalui penguatan literasi dan inklusi, terutama di kalangan generasi muda yang kini mendominasi komposisi investor,"ungkap Marsangap.

Melalui SOSEDU APRDI 2026 dan kampanye #ReksaDanaAja, pihaknya mendorong pendekatan edukasi yang lebih interaktif dan partisipatif agar masyarakat semakin memahami pentingnya investasi yang terencana melalui reksa dana. Sejalan dengan upaya mendorong pertumbuhan industri dan pengelolaan investasi reksa dana ke depannya, OJK telah membentuk tim kerja (task force) bersama para pelaku untuk mendiskusikan segala hal terkait perkembangan industri reksa dana dan pasar modal Indonesia sesuai amanat UU P2SK.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....