Mengenal Pasar Modal: Investasi Kini Terbuka untuk Semua Kalangan

  • 01 Agt 2026 17:21 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Pasar modal merupakan tempat bertemunya pihak yang membutuhkan pendanaan dengan pihak yang ingin menginvestasikan dananya. Secara sederhana, konsep pasar modal tidak berbeda dengan pasar pada umumnya yang mempertemukan penjual dan pembeli. Bedanya, transaksi yang terjadi di pasar modal berkaitan dengan instrumen keuangan. Hal tersebut di katakan Ayu Ardhillah Anwar - Manajer Divisi Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 2 OJK Sulsel Sulbar dalam Obrolan Teras UMKM Pro4 RRI Makassar edisi kamis, 30 Juli 2026.

Ayu menjelaskan bahwa dalam pasar modal terdapat perusahaan atau pihak yang membutuhkan dana untuk mengembangkan usahanya, sementara di sisi lain terdapat masyarakat yang memiliki dana dan ingin menginvestasikannya. Kedua pihak tersebut dipertemukan melalui mekanisme pasar modal dengan perantara lembaga yang telah diatur sesuai ketentuan. "Secara singkat, pasar modal adalah tempat bertemunya pihak yang membutuhkan pendanaan dengan masyarakat yang ingin menginvestasikan dananya," jelasnya.

Ayu juga meluruskan anggapan yang masih berkembang di masyarakat bahwa investasi di pasar modal hanya diperuntukkan bagi kalangan yang memiliki kekayaan besar. Menurutnya, anggapan tersebut sudah tidak lagi relevan karena saat ini pasar modal semakin berkembang dan semakin inklusif.

"Pasar modal sekarang terbuka untuk semua kalangan. Masyarakat dapat mulai berinvestasi dengan modal yang relatif terjangkau. Aksesnya pun semakin luas sehingga siapa saja memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi investor," ujarnya.

Ayu menambahkan, investasi di pasar modal kini dapat dilakukan oleh berbagai lapisan masyarakat, mulai dari mahasiswa, ibu rumah tangga, karyawan, pelaku UMKM, hingga masyarakat umum. Syarat utamanya cukup sederhana, yakni telah memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) sehingga telah memenuhi persyaratan untuk membuka rekening investasi.

Menurutnya, pasar modal bukan hanya menjadi tempat bagi orang kaya untuk mengembangkan aset, tetapi juga menjadi sarana bagi para pemula yang ingin membangun kebiasaan berinvestasi sejak dini demi mencapai kondisi keuangan yang lebih baik di masa depan.

Terkait produk investasi, Ayu menjelaskan bahwa terdapat berbagai instrumen yang tersedia di pasar modal. Namun, dalam kegiatan edukasi kepada masyarakat, terdapat tiga produk yang paling sering diperkenalkan kepada investor pemula, yaitu saham, obligasi, dan reksa dana. "Produk di pasar modal sebenarnya cukup banyak. Namun, untuk investor pemula, tiga instrumen yang paling umum dikenalkan adalah saham, obligasi, dan reksa dana karena lebih mudah dipahami dan sesuai sebagai langkah awal berinvestasi," katanya.

Lebih lanjut, Ayu menjelaskan bahwa memulai investasi di pasar modal tidaklah sulit. Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menetapkan tujuan investasi sehingga masyarakat memiliki arah yang jelas dalam mengelola keuangannya.

Selanjutnya, calon investor perlu mempelajari karakteristik setiap produk investasi agar dapat memilih instrumen yang sesuai dengan kebutuhan, profil risiko, dan tujuan keuangannya. Setelah itu, masyarakat harus memilih perusahaan sekuritas atau lembaga jasa keuangan yang telah memperoleh izin dan berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....