APRDI dan OJK Sosialisasikan Kemudahan Reksa Dana
- 16 Apr 2026 15:41 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia (APRDI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Self-Regulatory Organization (BEI, KSEI, KPEI) terus memperkuat upaya peningkatan literasi dan inklusi keuangan, khususnya di sektor pasar modal, terlebih lagi di investasi reksa dana. Pasalnya, Kepala OJK Sulselbar, Moch Muchlasin mengatakan berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 yang dirilis oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BPS, indeks literasi keuangan nasional mencapai 66,46%, sementara indeks inklusi keuangan sebesar 80,51%.
Namun dari data tersebut jika dilihat di sektor pasar modal menunjukkan tingkat literasi pasar modal di Indonesia baru mencapai 17,78%, sementara indeks inklusi pasar modal berada di angka 1,34%. "Hal ini merupakan tantangan bagi kita semua untuk berupaya dalam meningkatkan literasi dan inklusi di bidang pasar modal bagi masyarakat, khususnya generasi muda agar mereka dapat memahami dan berinvestasi untuk masa depan,"kata Muchlasin saat memberikan sambutan pada kegiatan Road to Pekan Reksa Dana di Kantor OJK Sulselbar, Kamis 16 April 2026.
Sementara itu, Dewan Presidium Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI), Marsangap P. Tamba menyebut untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan pasar modal khususnya reksa dana, pihaknya menggelar kegiatan Road to Pekan Reksa Dana dengan menyosialisasikan dan mengedukasi wartawan tentang reksa dana. Dikatakan event ini juga menjadi rangkaian kegiatan untuk peluncuran program Pintar Reksa Dana yang dijadwalkan akan diluncurkan pada 27 April 2026 di Jakarta.
"Kita akan mengkampanyekan kegiatan ini. Ini sekaligus peluncuran resmi Pintar Reksa Dana (Program Investasi Terencana dan Berkala Reksa Dana),"ungkap Marsangap P. Tamba.
Di sisi lain, sebagai wadah para pelaku Reksa Dana dan Investasi di Indonesia, Marsangap P. Tamba menjelaskan berbagai keuntungan bagi pemula dan generasi muda jika berinvestasi di reksa dana. "Kenapa harus reksa dana? Karena reksa dana itu ramah bagi investor, dikelola profesional, bebas pajak, akses beragam, diversifikasi (murah), likuiditas tinggi,"jelasnya.
"Berinvestasi di pasar modal bisa membuat kita sejahtera, salah satunya di reksa dana ini karena ramah bagi investor apalagi kalau pemula karena minimal berinvestasi di reksa dana bisa Rp10.000,"pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....