OJK Sulselbar perkuat Perlindungan Konsumen Melalui Edukasi Literasi Digital

  • 07 Apr 2026 14:09 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat perlindungan konsumen melalui Edukasi Literasi Digital. Demikian disampaikan Inci Muhammad Darmawan selaku Asisten Manajer Madya OJK Sulselbar dalam Konferensi Pers di Studio Andi Nyongki RRI Makassar, Senin, 6 April 2026.

Edukasi literasi digital dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman kepada masyarakat khususnya bagi ibu rumah tangga, pelajar dan Aparatur Sipil Negara (ASN)sebagai kelompok yang rentan terkena permasalahan di sektor jasa keuangan. OJK Melakukan sosialisasi secara langsung ke masyarakat dan ke sekolah-sekolah serta perguruan tinggi.

“Jadi kami itu memang sudah melakukan pengkategorian masyarakat-masyarakat mana saja yang rentan terkena permasalahan-permasalahan di sektor jasa keuangan, Kalau berdasarkan infografis kami terakhir ya, posisi pertama itu dihuni oleh ibu rumah tangga, kemudian pelajar, yang ketiga itu ASN,” kata Inci dalam Konferensi Pers di Studio Andi Nyongki RRI Makassar.

Dikatakan, Penyebab keterlibatan ibu rumah tangga dalam masalah keuangan biasanya dipicu oleh keinginan memenuhi kebutuhan rumah tangga yang tidak sebanding dengan ketersediaan biaya hingga cenderung mencari pinjaman instan.

“Jadi kenapa ibu rumah tangga karena mereka itu biasanya ingin melakukan pembelanjaan, tapi terbatas karena uangnya sudah habis untuk kebutuhan, akhirnya cari pinjaman di tempat lain,” ungkap Inci.

Lebih lanjut Inci mengatakan bahwa Di sisi lain, selain Ibu Rumah tangga, kelompok pelajar juga menjadi rentan melakukan pinjaman Digital karena besarnya tuntutan gaya hidup di media sosial yang tidak dibarengi dengan pendapatan sehingga untuk memenuhi tuntutan tren tersebut, tak jarang pelajar menempuh jalur singkat dengan mengajukan pinjaman digital tanpa mempertimbangkan konsekuensi jangka panjangnya. Fenomena ini mendorong OJK untuk lebih masif masuk ke lingkungan sekolah dan perguruan tinggi guna menanamkan literasi keuangan sejak dini.

“Kalau pelajar, Mereka itu sudah terekspos gaya hidup dan lain sebagainya, tapi karena tidak memiliki pendapatan, akhirnya mereka caranya adalah dengan membuat pinjaman,” kata Inci Muhammad Darmawan selaku Asisten Manajer Madya OJK Sulselbar dalam Konferensi Pers di Studio Andi Nyongki RRI Makassar, Senin, 6 April 2026.

Kelompok ASN juga tidak luput dari risiko meski memiliki penghasilan tetap setiap bulannya. Banyak ASN yang terjebak karena sebagian besar gaji mereka sudah dialokasikan untuk kewajiban tetap seperti cicilan KPR atau KUR. “ASN sebenarnya hampir sama, Biasanya ASN itu uangnya sudah habis bayar kewajiban seperti KPR, KUR, atau lain sebagainya, akhirnya uangnya sisa sedikit nih, akhirnya cari pinjaman,” ungkap Inci.

Inci menambahkan, OJK Sulselbar menunjukkan komitmen dengan melakukan edukasi kepada masyarakat. Menurut data OJK Sulselbar hingga per 31 Maret tahun 2026, OJK telah melaksanakan kurang lebih 456 kegiatan edukasi hanya dalam waktu tiga bulan. Angka ini mencerminkan tingginya frekuensi sosialisasi yang dilakukan guna memastikan masyarakat di tingkat kabupaten hingga provinsi mendapatkan pemahaman yang merata.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....