Waspada Penipuan di Era Transaksi Digital
- 14 Feb 2026 12:29 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID.Makassar- Dunia digital sudah sangat melekat di kehidupan kita sehari-hari. Beberapa faktor yang bisa membuat aktivitas keuangan ilegal kini menjadi semakin marak karena Indonesia punya 16 ribu pulau serta penduduknya di atas 275 juta.
Hal ini disampaikan Regina Sianturi selaku Manager OJK Prov. Sulsel Sulbar di Pro 4 RRI Makassar pada Program Teras UMKM, Kamis, 12 Februari 2026.
“Di mana 210 juta penduduk Indonesia selaku pengguna digital, ditambah hasil survei nasional tahun 2025 indeks inklusi pengguna keuangan sangat tinggi di angka 80,51%. Tetapi di sisi lain pemahaman tentang literasi keuangan justru menurun, ada di angka 66,46%, sehingga ada gap sekitar 14%. Artinya pengguna keuangan banyak namun pemahaman keuangannya kurang,” ujarnya.
Tingkat literasi digital di Indonesia, lanjut Regina, di tahun 2021 ada di peringkat 56 dari 63 negara, membuat masyarakat lebih rentan terhadap penipuan-penipuan berbasis digital teknologi. Ada juga faktor perilaku masyarakat yang instan atau malas tanpa belajar lebih detail soal transaksi perjanjian keuangan.
Berbagai ancaman transaksi keuangan perlu diwaspadai oleh masyarakat. Antara lain social engineering yaitu tindakan manipulatif psikologis korban dengan membobol data pribadi. Ada juga card tapping yaitu tindakan mengganjal lubang kartu di ATM sehingga kartu nasabah tersangkut dan dapat diambil alih pelaku kejahatan digital transaksi keuangan, tegas Regina.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....