Investasi Aman Dimulai Dari Literasi
- 29 Des 2025 21:44 WIB
- Makassar
KBRN, Makassar : Maraknya investasi digital menuntut masyarakat memahami literasi keuangan secara menyeluruh. Kesalahan memilih instrumen berisiko menimbulkan kerugian akibat iming-iming keuntungan instan.
Dr (Cand) Ria Andriany Dept.Head Corporate Banking Bank Sulselbar saat berbincang di Pro 1 RRI Makassar, sabtu (27/12/2025) menilai tidak ada kata terlambat memulai investasi. Yang terpenting adalah memahami tujuan dan profil risiko masing-masing individu. “Investasi harus sesuai kemampuan dan tujuan, bukan karena FOMO,” tegas Ria.
Ia mengingatkan pentingnya dana darurat sebelum berinvestasi. Ria menyebut profil risiko terbagi konservatif, moderat, dan agresif. Masing-masing memiliki pilihan instrumen dan tingkat risiko berbeda. “Pastikan tidak punya cicilan online dan investasi tanpa utang,” ujarnya.
Menurutnya, investasi berbasis utang justru memperbesar risiko finansial. Adriyan Sayed menambahkan kesalahan umum investor pemula adalah tergiur janji pasti. Ia menegaskan tidak ada investasi legal yang menjanjikan imbal hasil tetap. “Jika ada yang menjanjikan keuntungan pasti, itu sudah pasti melanggar aturan,” kata Adriyan.
Ia merujuk regulasi OJK yang melarang jaminan hasil investasi. Menurut Adriyan Investment Assessor Lembaga Sertifikasi Profesi Industri Keuangan Pasar Modal Indonesia, masyarakat harus memahami ke mana uang dikelola.
Investasi wajib memiliki underlying asset yang jelas dan logis. Ia menyarankan masyarakat konservatif memilih deposito atau obligasi negara. Sementara investor moderat dapat mempertimbangkan reksa dana pendapatan tetap. “Kenali diri sendiri sebelum memilih instrumen,” ucap Adriyan.
Edukasi keuangan dinilai penting mencegah masyarakat terjebak investasi bodong. Kedua narasumber sepakat legalitas dan logika menjadi kunci utama investasi. Investasi yang aman harus terdaftar OJK dan masuk akal secara finansial.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....