Investor Pasar Modal Indonesia Tumbuh Signifikan di tengah Tantangan IHSG

  • 03 Okt 2026 09:12 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Perkembangan pasar modal Indonesia hingga tahun ini menghadapi berbagai tantangan, termasuk kondisi indeks harga saham gabungan (IHSG) yang mengalami penurunan. Namun, di tengah kondisi tersebut, jumlah investor di pasar modal justru menunjukkan pertumbuhan yang signifikan.

Alberto Fasaamuri Dachi - Kepala Wilayah Sulsel dan Sulbar Kantor Perwakilan BEI SulSel dalam Obrolan Khusus Investasi Pro4 RRI Makassar edisi Kamis, 01 Oktober 2026, mengatakan, kondisi pasar modal pada tahun ini menghadapi sejumlah isu yang kurang mendukung pertumbuhan. Meski demikian, perkembangan jumlah investor justru mencatatkan pertumbuhan yang tinggi.

“Kalau indeks harga saham gabungannya sebenarnya kondisinya kurang baik, bahkan cenderung turun. Tahun ini justru pertumbuhan investornya yang paling tinggi sepanjang sejarah”, ujar Alberto.

Alberto menjelaskan, hingga akhir September 2026, jumlah investor baru di pasar modal Indonesia telah mencapai lebih dari 11 juta investor. Dengan pertumbuhan tersebut, total investor pasar modal secara nasional kini telah mencapai hampir 20 juta investor. Menurutnya, peningkatan jumlah investor tersebut menjadi fenomena menarik karena terjadi ketika kondisi IHSG sedang mengalami tekanan. Hal ini menunjukkan minat masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal tetap meningkat.

“Ini merupakan pertumbuhan paling tinggi sepanjang sejarah pasar modal. Ketika pasar modal atau indeks harga saham gabungan sedang tidak baik-baik saja, justru minat masyarakat untuk berinvestasi semakin tumbuh”, jelas Alberto.

Sementara itu, perkembangan jumlah investor di Sulawesi Selatan juga menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Hingga Agustus, jumlah investor pasar modal di Sulawesi Selatan tercatat sekitar 829 ribu investor. “Dalam kurun waktu tujuh bulan, jumlah tersebut mengalami pertumbuhan sekitar 302 ribu investor atau sekitar 58 persen. Angka tersebut disebut sebagai salah satu pertumbuhan terbesar dalam perkembangan pasar modal di Sulawesi Selatan”, kata Alberto.

Jika dibandingkan dengan kondisi pada 2024, jumlah investor pasar modal di Sulawesi Selatan masih berada di kisaran 400 ribu investor. Artinya, dalam kurun waktu sekitar dua tahun, jumlah investor mengalami peningkatan hingga hampir dua kali lipat. Khusus di Kota Makassar, sekitar 28 persen investor pasar modal di Sulawesi Selatan berada di wilayah tersebut. Jumlahnya mencapai sekitar 235 ribu investor dengan pertumbuhan sekitar 38 persen.

“Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa minat masyarakat Sulawesi Selatan, khususnya Kota Makassar, terhadap investasi di pasar modal semakin meningkat dan mulai tersebar lebih luas”, ucap Alberto.

Di sisi lain, Alberto menjelaskan bahwa pergerakan IHSG hingga 29 September 2026, masih mengalami penurunan sekitar 29 persen. Namun, jika dilihat dalam jangka panjang, perkembangan pasar modal Indonesia masih menunjukkan pertumbuhan. Menurutnya, posisi IHSG saat ini berada di kisaran 6.500-an, relatif mendekati posisi pada 2021 yang berada di sekitar level 6.581. Meski demikian, dalam beberapa tahun sebelumnya IHSG sempat mencapai level sekitar 9.000.

“Selain pergerakan indeks, perkembangan pasar modal juga dapat dilihat dari kapitalisasi pasar. Pada 2021, ketika posisi indeks berada pada level yang relatif sama, kapitalisasi pasar tercatat sekitar Rp8.200 triliun. Sementara saat ini, kapitalisasi pasar telah meningkat menjadi sekitar Rp11.000 triliun. Walaupun posisi indeksnya sama seperti 2021, kapitalisasi pasarnya sudah Rp11.000 triliun. Jadi, mungkin pergerakan indeks harga saham gabungannya menurun, tetapi sebenarnya kapitalisasi pasarnya semakin meningkat dan rata-rata transaksi harian juga masih meningkat”, pungkas Alberto.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....