Pertamina Sulawesi Perkuat Kesadaran Cegah Praktik Fraud

  • 29 Sep 2026 20:31 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menggelar Sharing Session Fraud Awareness 2026 untuk memperkuat pemahaman pekerja mengenai pencegahan kecurangan, tata kelola perusahaan, dan mitigasi risiko dalam kegiatan operasional. Kegiatan yang berlangsung di Kota Makassar, Selasa, 29 September 2026 mengangkat tema “Strengthening GCG Through Fraud Awareness & Risk Mitigation: Membedah Modus, Red Flags, dan Celah di Balik Fraud.”

Sharing session tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari fungsi Internal Audit dan manajemen Pertamina, yakni VP Operation Internal Audit PT Pertamina Patra Niaga Nahdiyani Hasbi, VP Investigation Internal Audit & Whistle Blowing System PT Pertamina (Persero) Riana, serta Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Deny Sukendar.

Dalam kegiatan itu, para peserta mendapatkan pemahaman mengenai berbagai modus fraud, tanda-tanda atau red flags, hingga celah dalam proses kerja yang berpotensi menimbulkan risiko kecurangan.

Pembahasan juga menekankan pentingnya penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) dan pengelolaan risiko dalam menjalankan setiap tanggung jawab pekerjaan.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan pencegahan fraud tidak dapat hanya dibebankan kepada fungsi tertentu di perusahaan.

“Pencegahan fraud bukan hanya menjadi tanggung jawab fungsi tertentu, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh Perwira. Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkuat pemahaman bersama agar setiap pekerja mampu mengenali potensi penyimpangan, memahami risiko, dan berani mengambil langkah yang tepat sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Lilik.

Menurutnya, kesadaran terhadap potensi fraud perlu dibangun dari setiap individu, terutama dalam menjalankan tugas dan mengambil keputusan sehari-hari.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Tim Manajemen Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi juga menandatangani komitmen anti-fraud. Komitmen itu ditujukan untuk memperkuat budaya integritas dan penerapan tata kelola dalam proses bisnis.

Lilik menambahkan, komitmen tersebut diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan, tetapi diterapkan secara konsisten dalam perilaku kerja dan pengambilan keputusan.

“Kami berharap ini bukan hanya sekadar komitmen, tetapi benar-benar tercermin dalam perilaku kerja, pengambilan keputusan, dan pelaksanaan tanggung jawab setiap hari,” katanya.

Ia menilai integritas dan kepedulian bersama menjadi bagian penting dalam menjaga lingkungan kerja yang transparan dan akuntabel.

Melalui kegiatan Fraud Awareness 2026, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi mendorong peningkatan kewaspadaan pekerja terhadap potensi kecurangan sekaligus memperkuat penerapan mitigasi risiko dalam proses bisnis perusahaan.

Upaya tersebut diarahkan untuk mendukung terciptanya budaya kerja yang menjunjung integritas, kepatuhan terhadap ketentuan, serta keberlangsungan kegiatan operasional perusahaan.(**)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....