AFT Hasanuddin Uji Kesiapan Hadapi Gangguan Pasokan Avtur
- 01 Sep 2026 19:12 WIB
- Makassar
RRI. CO. ID, MAKASSAR - Pertamina Aviation Fuel Terminal (AFT) Hasanuddin melakukan simulasi Business Continuity Management System (BCMS) untuk menguji kesiapan menghadapi kemungkinan gangguan pasokan avtur, Selasa (1/9/2026). Simulasi yang digelar dalam bentuk Table Top Simulation tersebut menggunakan skenario gangguan pada jalur pipa penerimaan avtur dari Integrated Terminal (IT) Makassar menuju AFT Hasanuddin.
Kegiatan ini dilakukan untuk menguji kemampuan tim dalam merespons gangguan, mengambil keputusan, mengelola ketahanan stok, serta membangun koordinasi lintas fungsi agar pelayanan avtur bagi operasional penerbangan di Bandara Sultan Hasanuddin tetap dapat berjalan. Dalam simulasi, tim juga menguji skema pasokan alternatif menggunakan bridger dari IT Makassar. Pengujian mencakup kesiapan fasilitas penerimaan, personel, hingga pemeriksaan kualitas dan kuantitas avtur.
Manager AFT Hasanuddin, Andreas Yanuar Arinawan, mengatakan simulasi tersebut menjadi sarana untuk memastikan setiap personel memahami tugas dan langkah yang harus dilakukan ketika terjadi kondisi tidak normal. “Kami ingin memastikan ketika terjadi gangguan supply, tim tidak membutuhkan waktu lama untuk menentukan langkah yang harus dilakukan. Mulai dari menerima informasi, menjaga stok, menyiapkan alternatif supply, sampai memastikan produk tetap memenuhi standar kualitas, seluruh proses harus berjalan dengan cepat dan terkoordinasi,” ujar Andreas.
Menurutnya, latihan secara berkala juga penting untuk mengetahui berbagai hal yang masih perlu diperbaiki sebelum menghadapi gangguan operasional yang sebenarnya. “Setiap simulasi menjadi bahan evaluasi untuk melihat apakah prosedur, fasilitas, komunikasi, dan kesiapan personel sudah berjalan sesuai harapan. Hasil evaluasi akan kami gunakan untuk terus meningkatkan kesiapan operasional AFT Hasanuddin,” tambahnya.
Simulasi melibatkan sejumlah fungsi terkait, di antaranya AFT Hasanuddin, Aviation Region Sulawesi, Aviation Fuel Business, HSSE, Supply and Distribution, DRE, Operation, PFD, Quality Assurance (QA), serta IT Makassar. Rangkaian latihan mencakup penanganan gangguan, eskalasi insiden, pelaksanaan skema pasokan alternatif, pemantauan operasional, hingga tahapan pemulihan dan normalisasi pasokan melalui jalur utama.
Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan kesiapsiagaan diperlukan untuk menjaga keberlangsungan layanan energi bagi sektor penerbangan. “Bagi pelanggan, kesiapan seperti ini berarti ada sistem yang terus dipersiapkan untuk menjaga layanan tetap berjalan ketika muncul gangguan. AFT Hasanuddin memiliki peran strategis dalam mendukung kebutuhan avtur di kawasan Indonesia Timur,” kata Lilik.
Ia menambahkan, kesiapan menghadapi gangguan perlu dibangun melalui latihan dan evaluasi yang dilakukan secara konsisten. “Kami terus mendorong budaya continuous improvement di seluruh lini. Setiap hasil simulasi menjadi masukan untuk memperkuat prosedur dan koordinasi, sehingga ketika menghadapi kondisi aktual, seluruh tim dapat bergerak dengan respons yang cepat, tepat, dan terukur,” ujarnya.
Hasil simulasi selanjutnya akan menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat kesiapan personel, keandalan fasilitas, koordinasi antarfungsi, serta sistem pasokan avtur. Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga agar kebutuhan avtur tetap dapat dilayani secara aman dan andal, sekaligus mendukung kelancaran operasional penerbangan di Bandara Sultan Hasanuddin dan konektivitas masyarakat di kawasan Indonesia Timur.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....