Siri’ na Pacce : Falsafah Hidup Masyarakat Makassar yang Tetap Relevan di Era Modern

  • 29 Sep 2026 13:54 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Makassar dikenal sebagai salah satu wilayah di Sulawesi Selatan yang memiliki kekayaan budaya dan tradisi yang terus diwariskan antargenerasi. Di antara nilai budaya yang kuat dalam kehidupan masyarakat Bugis-Makassar adalah Siri’ na Pacce, sebuah falsafah yang berkaitan dengan kehormatan diri sekaligus kepedulian terhadap sesama.

Siri’ dan pacce merupakan dua nilai yang saling berkaitan. Dalam berbagai kajian tentang budaya Bugis-Makassar, siri’ dipahami sebagai nilai yang berkaitan dengan rasa malu, kehormatan, dan martabat, sedangkan pacce menggambarkan empati, kepedulian, serta solidaritas terhadap orang lain. Karena itu, Siri’ na Pacce tidak hanya berbicara mengenai bagaimana seseorang menjaga harga dirinya, tetapi juga bagaimana ia memperlakukan dan membantu sesama.

Nilai tersebut telah lama menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat Bugis-Makassar. Kajian mengenai pewarisan budaya siri’ di kalangan masyarakat Bugis-Makassar di Kota Makassar menunjukkan bahwa keluarga memiliki peran penting dalam mengenalkan dan menanamkan nilai budaya kepada generasi berikutnya. Pendidikan dalam keluarga menjadi salah satu ruang utama untuk meneruskan pemahaman mengenai kehormatan, sikap, dan tanggung jawab sosial.

Dalam kehidupan sehari-hari, nilai Siri’ na Pacce dapat terlihat melalui sikap menjaga nama baik, bertanggung jawab terhadap perkataan dan tindakan, serta tidak tinggal diam ketika orang di sekitar mengalami kesulitan. Kajian mengenai aktualisasi Siri’ na Pacce pada masyarakat di Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, juga menunjukkan bahwa nilai budaya ini masih menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, meskipun pemaknaannya dapat mengalami perubahan seiring perkembangan zaman.

Perubahan zaman menjadi tantangan tersendiri bagi keberlangsungan nilai budaya lokal. Perkembangan teknologi, media sosial, dan masuknya berbagai bentuk budaya populer membuat generasi muda memiliki ruang interaksi yang semakin luas. Penelitian tentang implementasi Siri’ na Pacce di tengah arus kebudayaan populer menyoroti adanya perubahan perilaku dan pentingnya pendidikan budaya agar nilai lokal tetap dipahami secara tepat, bukan sekadar dikenal sebagai ungkapan atau simbol.

Di sisi lain, Siri’ na Pacce juga dapat dimaknai secara kontekstual dalam kehidupan masyarakat modern. Nilai siri’ dapat diterapkan melalui kejujuran, tanggung jawab, menjaga kepercayaan, dan menghargai martabat orang lain. Sementara itu, pacce dapat diwujudkan melalui kepedulian sosial, gotong royong, membantu orang yang membutuhkan, dan membangun hubungan yang saling menghargai. Dengan pemaknaan seperti ini, budaya lokal tidak harus bertentangan dengan perubahan zaman, tetapi dapat menjadi pedoman etika dalam kehidupan sehari-hari.

Pelestarian Siri’ na Pacce karena itu tidak cukup hanya melalui kegiatan seremonial. Nilai tersebut perlu dikenalkan melalui keluarga, pendidikan, komunitas, kegiatan kebudayaan, dan ruang digital yang dekat dengan generasi muda. Pemahaman yang baik juga penting agar siri’ tidak disempitkan hanya sebagai rasa malu atau alasan untuk membalas perlakuan orang lain, melainkan dipahami bersama dengan nilai pacce yang menekankan kemanusiaan dan solidaritas.

Pada akhirnya, Siri’ na Pacce merupakan salah satu warisan nilai yang dapat memperlihatkan karakter masyarakat Bugis-Makassar. Di tengah kehidupan yang terus berubah, nilai kehormatan, tanggung jawab, empati, dan solidaritas masih dapat diterapkan dalam berbagai situasi. Menjaga budaya bukan berarti menolak modernitas, tetapi memastikan bahwa perkembangan zaman tetap berjalan berdampingan dengan identitas dan nilai-nilai lokal. (Nur Fhadila)

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....