Mahasiswa Unibos Tampil Bawakan Tari Sulsel di Istana Negara
- 18 Agt 2026 18:44 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, MAKASSAR – Jejak budaya Sulawesi Selatan turut hadir dalam perayaan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Negara, Jakarta. Maharani, mahasiswa Program Studi Agribisnis Universitas Bosowa atau Unibos angkatan 2022, mendapat kesempatan membawakan sejumlah tari tradisional Sulawesi Selatan pada 17 Agustus 2026.
Kesempatan tersebut diperoleh setelah sanggar seni tari tempat Maharani bergabung terpilih tampil dalam rangkaian penampilan budaya. Maharani kemudian ditunjuk menjadi salah satu penari yang mewakili rombongan binaan Dinas Pariwisata dan Dinas Kebudayaan Kota Makassar.
Maharani mengatakan keterlibatannya berawal dari keaktifannya di sanggar seni tari di luar kampus. Sanggar tersebut kemudian terpilih bersama sejumlah sanggar lainnya dari Kota Makassar untuk berpartisipasi dalam kegiatan budaya di Istana Negara.
“Jadi sebelumnya memang saya sudah masuk dalam sanggar seni tari di luar kampus. Kebetulan salah satu sanggar yang dipilih adalah sanggar saya, kemudian dari pihak sanggar menunjuk saya untuk berpartisipasi,” ungkap Maharani.
Dalam penampilan tersebut, Maharani bersama para penari membawakan Tari Pakkarena, Tari Pamanca, dan Tari Paraga. Ketiga tarian tersebut menjadi sarana memperkenalkan identitas, nilai, dan kekayaan budaya Sulawesi Selatan kepada masyarakat luas.
Maharani menjelaskan, penampilan tersebut turut membawa filosofi siri’ na pacce yang mencerminkan harga diri, solidaritas, kepedulian, serta kecintaan terhadap tanah air. Persiapan menuju panggung Istana Negara dilakukan lebih dari satu bulan melalui latihan koreografi dan kekompakan tim.
“Proses latihannya selama satu bulan lebih. Sesama penari kita sama-sama belajar dan menghafal koreografi yang sudah dibuatkan,” tutur Maharani.
Menurutnya, proses latihan menjadi salah satu pengalaman paling berkesan karena para penari dituntut bekerja keras dan menjaga kekompakan dalam pertunjukan kolosal. Tantangan tersebut menjadi bagian penting sebelum akhirnya tampil dalam momentum kenegaraan.
“Pastinya sangat bangga, dan sebenarnya masih tidak menyangka bisa mendapatkan kesempatan menginjakkan kaki di Istana Negara RI,” kata Maharani.
Keterlibatan Maharani menunjukkan bahwa ruang prestasi mahasiswa tidak terbatas pada bidang akademik. Mahasiswa juga dapat mengembangkan potensi melalui seni dan kebudayaan sekaligus membawa nama Universitas Bosowa melalui berbagai aktivitas positif.
Maharani mengajak mahasiswa Unibos untuk berani mencoba berbagai kesempatan dan keluar dari zona nyaman. Menurutnya, setiap mahasiswa memiliki potensi yang dapat dikembangkan melalui pengalaman dan keberanian untuk mengeksplorasi kemampuan diri.
“Jangan pernah takut untuk mencoba dan keluar dari zona nyaman. Setiap orang memiliki potensi dan kelebihan masing-masing, baik di bidang seni maupun di bidang lainnya,” pesannya.
Ia berharap pengalaman yang diperoleh dapat menjadi pembelajaran bagi mahasiswa untuk membangun kepercayaan diri sekaligus mengenali kemampuan masing-masing. Penampilan di Istana Negara juga menjadi momentum bagi generasi muda untuk ikut menjaga dan memperkenalkan budaya daerah sebagai bagian dari kekayaan Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....