Akulturasi dan Pelestarian Lagu Makassar di Obrolan Budaya RRI
- 21 Agt 2026 09:04 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, MAKASSAR — Siaran Obrolan Budaya RRI yang ditayangkan melalui RRI.Net dan direlay oleh seluruh Pro 4 RRI se-Indonesia pada Jumat (21/8/2026) kembali menyajikan diskusi mendalam terkait pelestarian karya lokal. Dengan mengusung tema “Harmoni dalam Nada: Akulturasi dan Pelestarian Lagu Daerah Makassar di Tangan Generasi Bangsa”, dialog ini dipandu oleh pembawa acara Irsan Saputra.
Musik daerah bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan identitas yang terus bernapas dan bertransformasi. Di tangan generasi muda, lagu-lagu daerah Makassar kembali bergema lewat sentuhan akulturasi memadukan nilai-nilai tradisional dengan warna musik modern tanpa menghilangkan nyawa aslinya.
Program edukatif ini menghadirkan dua narasumber utama yang sarat pengalaman dan kepedulian terhadap seni tradisi, yaitu Rustam Basyir, musisi senior sekaligus pencipta lagu-lagu daerah Makassar, serta Ir. Arwan Tjahjadi, seorang tokoh dan pegiat budaya Tionghoa Makassar.
Dalam diskusi tersebut, Rustam Basyir menyoroti pentingnya merawat formula dan pola dasar musik khas daerah agar identitas kebudayaannya tetap kokoh dan teruji oleh waktu di tengah gempuran tren sesaat. "Ini hari meledak, viral, tunggu dua atau tiga bulan hilang. Tapi lagu yang pakai pola khas Makassar, itulah yang abadi," tegas Musisi Senior Makassar, Rustam Basyir.
Di sisi lain, Arwan Tjahjadi menguraikan bagaimana sejarah interaksi budaya Tionghoa dan Makassar telah melahirkan warna musik yang unik, melengkapi harmoni nada yang mengakar kuat pada karya-karya legendaris pencipta lagu terdahulu. "Kalau kita lihat lagu-lagu legendaris Makassar, itu sangat kental dengan sentuhan musik Tionghoa. Nada khas Makassar tercipta karena adanya pergabungan budaya di dalamnya," ujar Pegiat Budaya Tionghoa Makassar, Ir. Arwan Tjahjadi.
Diskusi juga menyoroti struktur penulisan syair lagu Makassar masa lalu yang dinilai sangat sistematis, di mana setiap bait memiliki fungsi pembuka, isi, hingga penutup yang menguatkan pesan emosional sebuah lagu. Irsan Lipid sebagai pemandu acara menegaskan bahwa tantangan besar saat ini adalah memantik minat generasi muda agar tetap mencintai musik daerah tanpa harus mengorbankan roh dan pakem dasarnya.
Siaran Budaya nasional ini ditutup dengan ajakan bagi masyarakat dan generasi muda untuk mengapresiasi pameran fisik karya piringan hitam serta arsip rekaman legendaris musik Makassar sebagai bentuk penghormatan atas sejarah akulturasi budaya yang berharga
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....