Menghidupkan Ingatan dan Pengalaman Lansia melalui Pertunjukan Teater

  • 14 Sep 2026 18:18 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Kegiatan teater bertema “Jejak Budaya dalam Memori Tubuh Lansia” dilatarbelakangi oleh ketertarikan terhadap pengalaman tubuh dan ingatan yang dimiliki setiap orang, khususnya para lanjut usia (lansia). Kegiatan tersebut akan berlangsung pada 15 September 2026 di Rumah Taat Space, Kota Makassar. Konsep pertunjukan berangkat dari literasi dan inspirasi sebuah buku berjudul Pakareda dalam Pesta Jaga di Kabupaten Takalar karya Dr. Sumiani HL, salah satu dosen Universitas Negeri Makassar (UNM).

Ariyanti Sultan, S.Sn., M.Sn - Dosen Isbi SulSel dalam Obrolan Apresiasi Budaya Lokal Pro4 RRI Makassar, edisi Minggu, 13 September 2026, menjelaskan bahwa Konsep pertunjukan berangkat dari literasi dan inspirasi sebuah buku berjudul Pakareda dalam Pesta Jaga di Kabupaten Takalar karya Dr. Sumiani HL, salah satu dosen Universitas Negeri Makassar (UNM). Buku tersebut mengulas kemampuan para penari Pakarena di Takalar yang mampu menari semalam suntuk dengan stamina yang kuat. Dalam buku tersebut juga dibahas metode “pembebasan rasa”, yakni ketika penari tidak lagi terpaku pada hafalan gerakan, tetapi mampu menari secara bebas, santai, dan mengekspresikan perasaan dari dalam dirinya.

“Dari metode pembebasan rasa ini, saya tertarik untuk menerapkannya kepada lansia. Kemudian metode tersebut saya kembangkan menjadi metode kebebasan rasa untuk melihat bagaimana jika diterapkan kepada lansia sebagai subjek dalam sebuah karya,” ujar Rara.

Menurut Ariyanti Sultan atau biasa di sapa Rara, gagasan tersebut kemudian dikembangkan menjadi sebuah karya inovatif yang memberikan ruang kepada lansia untuk tetap berekspresi dan berkreativitas melalui tubuh mereka. Selain terinspirasi dari literasi, gagasan tersebut juga berkaitan dengan refleksi pribadi Rara yang saat ini telah memasuki usia 40 tahun lebih. Ia menyadari bahwa dalam beberapa tahun mendatang dirinya juga akan memasuki usia lanjut.

“Saya berharap tetap sehat dan produktif ketika memasuki usia tersebut. Karena itu, saya ingin mulai membangun ruang-ruang kreatif untuk lansia sejak sekarang,” Kata Rara.

Rara menilai, pengalaman dan kehidupan lansia menarik untuk diangkat dalam pertunjukan karena selama ini masih terdapat anggapan bahwa seseorang yang telah lanjut usia memiliki keterbatasan dalam beraktivitas dan berkreativitas.

Namun, anggapan tersebut menurutnya tidak sepenuhnya benar. Setelah menjalani beberapa kali latihan, para lansia yang terlibat justru menunjukkan semangat dan kemampuan untuk mengikuti proses kreatif. “Meskipun secara teknik mungkin tidak sesempurna teman-teman yang masih muda, ternyata mereka mampu dan tetap bersemangat mengikuti latihan,” jelasnya.

Dalam pertunjukan tersebut, Rara berencana melibatkan sekitar 10 orang lansia. Para peserta berasal dari sekolah lansia di Antang yang berada di bawah binaan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Sebelum menentukan peserta, tim terlebih dahulu mencari kelompok lansia yang bersedia terlibat dalam kegiatan. Setelah melakukan komunikasi dan diskusi dengan pihak sekolah lansia di Antang, akhirnya disepakati kerja sama untuk mengikuti rangkaian latihan hingga pertunjukan.

“Para peserta dijadwalkan menjalani sekitar 20 kali latihan, termasuk gladi bersih, sebelum tampil dalam pertunjukan pada Selasa, 15 September 2026”, ungkap Rara.

Pertunjukan ini diharapkan dapat membuka ruang kreativitas bagi lansia sekaligus menunjukkan bahwa usia bukan menjadi penghalang untuk tetap berkarya, berekspresi, dan terlibat dalam kegiatan seni budaya. Pungkas Rara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....