Tradisi Mabbarazanji Tetap Melekat di tengah Masyarakat Sulsel

  • 29 Jul 2026 08:30 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Kekayaan budaya dan nilai-nilai religius di Kota Makassar kembali terlihat dalam sebuah rangkaian prosesi pernikahan tradisional. Di tengah arus modernisasi yang kian masif, masyarakat tetap memegang teguh warisan leluhur yang sarat akan makna spiritual. Salah satu tradisi yang hingga kini masih terus dijaga kelestariannya adalah pelaksanaan mabbarazanji. Tradisi pembacaan kitab suci yang memuat riwayat hidup Rasulullah SAW ini menjadi bagian tak terpisahkan sebelum puncak acara adat dilaksanakan.

Kegiatan sakral tersebut salah satunya terlihat di Kelurahan Sudiang, tepatnya di Jalan Enrekang Blok G Kelurahan Laikang, Kota Makassar, pada Selasa, 28 Juli 2026. Suasana khidmat tampak menyelimuti kediaman warga yang tengah mempersiapkan hajatan pernikahan keluarganya.

Sumira, warga Sudiang yang menggelar acara pernikahan tersebut, tampak sibuk menyambut para tamu undangan yang hadir. Sebelum prosesi mappacci dilangsungkan bagi calon pengantin, keluarganya terlebih dahulu menggelar majelis mabbarazanji di rumahnya.

Bagi Sumira dan keluarganya, ritual membaca barazanji menjelang malam mappacci bukanlah hal yang baru. Tradisi ini telah mendarah daging dan diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi di dalam keluarga besar mereka. "Ini barasanji dari dulu setiap keluarga mau menikah saat malam mappacci kita selalu mabbarasanji," ujar Sumira saat ditemui di sela-sela kesibukannya mempersiapkan acara adat tersebut.

Pelaksanaan mabbarazanji ini tidak hanya dipandang sebagai ritual seremonial semata, melainkan sebagai bentuk doa dan harapan. Keluarga berharap agar calon pengantin diberikan kelancaran, keberkahan, serta keharmonisan dalam membina rumah tangga kelak.

Sementara itu, Mannis, salah seorang pabbarazanji atau pembaca barazanji lokal, turut memberikan pandangannya. Saat diwawancarai oleh pihak RRI, ia menjelaskan alasan mengapa tradisi ini terus bertahan kuat di tengah masyarakat setempat. "Rata-rata orang di sini mabbarasanji setiap acara mappacci karena barasanji itukan mengambil teladan dari ahlak Rasulullah, karena dalam kitab barazanji yang kami baca ini itu tentang sejarah dan kehidupan Rasulullah SAW, " ungkap Mannis dengan penuh penghayatan. Melalui lantunan bait-bait barazanji yang dilantunkan bersama-sama, masyarakat Makassar tidak hanya melestarikan budaya lokal. Lebih dari itu, tradisi ini menjadi momentum penting untuk senantiasa meneladani sifat mulia Nabi Muhammad SAW dalam mengarungi kehidupan berumah tangga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....