Nilai Budaya Pesse Dorong Generasi Muda Bangun Pergaulan yang Positif

  • 28 Jul 2026 17:17 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Budaya Bugis terdapat nilai sipammasé siri' yang mengajarkan pentingnya saling menjaga, saling melindungi, dan saling menutupi kekurangan satu sama lain. Nilai tersebut menjadi landasan penting dalam membangun hubungan sosial yang harmonis di tengah keberagaman.

Hal tersebut dikatakan Andi Tenri Bali Baso, S.S., M.Hum, Dosen Departemen Sastra Daerah FIB Universitas Hasanuddin dalam Obrolan Apresiasi Budaya Lokal Pro4 RRI Makassar edisi Senin, 27 Juli 2026. Andi Tenri menjelaskan setiap manusia pada hakikatnya memiliki persamaan sekaligus perbedaan.

Karena itu, sikap saling menerima menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan pergaulan yang sehat. Tidak hanya menerima kelebihan orang lain, tetapi juga mampu menghargai dan memahami kekurangan yang dimiliki setiap individu.

"Setiap orang pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan biasanya mudah diakui dan dibanggakan, tetapi tidak semua orang mampu menerima kekurangannya sendiri ataupun menghargai kekurangan orang lain. Padahal, ketika kita memahami bahwa perbedaan adalah hal yang wajar, maka kita akan lebih mudah saling menerima”, ujarnya.

Andi Tenri menambahkan, penerimaan terhadap perbedaan tersebut menjadi fondasi lahirnya nilai pesse, yakni rasa empati dan kepedulian terhadap sesama. Nilai inilah yang mempererat hubungan antar manusia sehingga setiap individu dapat saling mendukung dalam mencapai tujuan dan cita-cita bersama.

Lebih lanjut, Andi Tenri Bali Baso menambahkan penerapan nilai pesse memiliki peran penting dalam mencegah berbagai bentuk perundungan, diskriminasi, maupun pengucilan yang masih kerap terjadi di lingkungan sekolah dan kampus. Menurutnya, perilaku bullying muncul ketika seseorang tidak mampu menerima bahwa setiap individu memiliki karakter, kemampuan, dan kekurangan yang berbeda.

"Kalau kita benar-benar memahami bahwa setiap orang memiliki kekurangan yang harus dihargai, maka praktik bullying tidak akan terjadi. Persoalannya, baik anak-anak maupun orang dewasa terkadang masih sulit menerima perbedaan. Akibatnya muncul perilaku mengejek, membicarakan orang lain di belakang, hingga tindakan yang menimbulkan rasa tersinggung dan luka batin”, jelasnya.

Andi Tenri menegaskan bahwa nilai pesse akan memudar apabila masyarakat tidak lagi memiliki sikap saling menerima dan menghargai sesama. Padahal, kedua nilai tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan karena berkaitan erat dengan penghormatan terhadap martabat dan harga diri setiap manusia.

Menurut Andi Tenri, penanaman nilai pesse sangat relevan bagi generasi muda di tengah derasnya arus globalisasi. Nilai-nilai budaya tersebut dapat menjadi benteng untuk mencegah tumbuhnya sikap individualistis sekaligus memperkuat rasa empati, solidaritas, dan kepedulian dalam kehidupan bermasyarakat.

Andi Tenri berharap semakin banyak generasi muda yang memahami serta menerapkan nilai pesse dalam kehidupan sehari-hari sehingga lingkungan pergaulan, baik di sekolah, kampus, maupun masyarakat, menjadi lebih inklusif, harmonis, dan bebas dari perundungan maupun diskriminasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....