Indonesia Dinilai Belum Miliki Cetak Biru Penyelamatan Naskah Kuno
- 14 Jul 2026 10:35 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Indonesia memiliki kekayaan literasi masa lalu yang sangat luar biasa melalui berbagai naskah kuno Nusantara. Namun, dokumen bersejarah ini justru lebih banyak tersimpan dengan aman di perpustakaan negara-negara Eropa seperti Jerman.
Hal ini diungkapkan guru besar Ilmu Filologi, Prof. Dr. Muhlis Hadrawi kepada rri pada dialog Apresiasi Budaya Lokal, Senin 13 Juli 2026. Dijelaskan bahwa, pengalaman tersebut saat dirinya mengunjungi Stat Bibliotek Berlin pada tahun 2015 lalu.
"Saya terkejut melihat ratusan ribu manuskrip Nusantara disimpan dengan sangat baik di bungker bawah tanah perpustakaan tersebut yang ada di Berlin, Jerman," kata Prof Muhlis.
Dikatakan bahwa, penjagaan naskah kuno di luar negeri terbukti sangat ketat karena mereka menganggap lembaran usang tersebut bernilai tinggi. Selain itu ungkap Muhlis, Pemerintah Jerman bahkan rela mengeluarkan dana besar demi merawat warisan tulisan dunia itu dari kerusakan.
"Semua manuskrip yang kami simpan itu adalah dokumen ilmu pengetahuan," ujar Prof. Dr. Muhlis Hadrawi.
Ia menambahkan, melalui ilmu filologi, masyarakat modern dapat melacak tahapan perkembangan peradaban manusia dari masa ke masa. Namun menurut Muhlis, kesadaran masyarakat atau pemerintah untuk merawat dokumen bersejarah seperti ini masih sangat minim di dalam negeri.
Indonesia saat ini terkesan belum memiliki cetak biru yang jelas mengenai eksplorasi naskah kuno untuk masa depan. Akibatnya, masyarakat sering kali hanya meniru produk keilmuan luar negeri tanpa mengenali kekuatan bangsa sendiri.
Dirinya berharap, pelestarian manuskrip kuno perlu segera ditingkatkan agar Indonesia mampu membangun mercusuar ilmu pengetahuannya secara mandiri. Langkah nyata ini diharapkan mampu membebaskan bangsa dari ketergantungan warisan intelektual asing di masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....