Tokoh Perempuan Inspiratif Asal Sulawesi Selatan yang Mengukir Sejarah
- 05 Jun 2026 20:55 WIB
- Makassar
RRI. CO. ID, Makassar – Sulawesi Selatan dikenal sebagai daerah yang kaya akan sejarah, budaya, dan tradisi. Dari tanah Bugis, Makassar, Mandar, hingga Toraja, lahir banyak tokoh yang memberikan kontribusi besar bagi bangsa Indonesia. Dilansir dari olenka.id. Di antara deretan tokoh tersebut, terdapat sejumlah perempuan inspiratif yang menunjukkan bahwa perempuan mampu menjadi pelopor perubahan, pejuang kemerdekaan, penggerak sosial, hingga penjaga warisan budaya.
Kiprah mereka menjadi bukti bahwa perempuan memiliki peran penting dalam perjalanan sejarah bangsa. Berikut delapan tokoh perempuan inspiratif asal Sulawesi Selatan yang patut dikenang dan menjadi teladan bagi generasi muda.
1. Colliq Pujié, Penyelamat Epos La Galigo
Nama Colliq Pujié dikenal sebagai sosok yang berjasa besar dalam pelestarian karya sastra Bugis kuno, La Galigo. Perempuan bangsawan Bugis yang lahir pada tahun 1812 ini merupakan seorang sastrawan, sejarawan, dan intelektual terkemuka pada masanya.
Bersama ahli bahasa Belanda Benjamin Frederik Matthes, Colliq Pujié menyalin dan menyusun kembali naskah La Galigo yang terdiri dari ribuan halaman. Berkat dedikasinya, salah satu karya sastra terpanjang di dunia tersebut dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.
Atas jasanya menjaga warisan budaya Bugis, Colliq Pujié dikenal sebagai pahlawan literasi Sulawesi Selatan.
2. Opu Daeng Risadju, Pejuang Kemerdekaan dari Luwu
Opu Daeng Risadju merupakan pejuang perempuan yang gigih melawan penjajahan dan memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Ia aktif dalam organisasi Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII) dan mendirikan cabangnya di Palopo pada tahun 1930.
Dalam perjuangannya, Opu Daeng Risadju mengalami berbagai penyiksaan hingga menyebabkan dirinya kehilangan pendengaran seumur hidup. Namun hal itu tidak menyurutkan semangatnya untuk terus memperjuangkan kemerdekaan.
Pada tahun 2006, pemerintah menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional atas jasa-jasanya bagi bangsa Indonesia.
3. Emmy Saelan, Perawat yang Gugur di Medan Perjuangan
Emmy Saelan merupakan salah satu pejuang perempuan Sulawesi Selatan yang berperan dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia setelah Proklamasi 1945.
Selain bertugas merawat para pejuang yang terluka, Emmy juga terlibat dalam kegiatan intelijen untuk mengumpulkan informasi mengenai pergerakan pasukan Belanda.
Perempuan kelahiran 15 Oktober 1924 ini gugur saat menghadapi pasukan KNIL/NICA. Namanya kini dikenang sebagai simbol keberanian perempuan dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan.
4. Zohra Andi Baso, Aktivis Pembela Hak Perempuan
Zohra Andi Baso dikenal sebagai salah satu aktivis perempuan paling berpengaruh di Sulawesi Selatan. Sejak masa mahasiswa di Universitas Hasanuddin, ia aktif dalam berbagai gerakan sosial dan advokasi masyarakat.
Ia turut mendirikan sejumlah organisasi yang fokus pada perlindungan perempuan, anak, dan pemberantasan korupsi. Melalui berbagai forum dan kegiatan advokasi, Zohra konsisten memperjuangkan kesetaraan gender serta perlindungan terhadap perempuan korban kekerasan.
Dedikasinya membuat namanya dikenal hingga tingkat nasional sebagai tokoh pejuang hak-hak perempuan.
5. Andi Meriem Mattalatta, Mutiara dari Selatan
Dalam dunia seni dan musik Indonesia, nama Andi Meriem Mattalatta memiliki tempat tersendiri. Penyanyi berdarah Bugis ini dikenal luas melalui lagu-lagu populer yang mewarnai industri musik Indonesia pada era 1980-an.
Julukan "Mutiara dari Selatan" melekat padanya berkat suara khas dan karya-karya yang masih dikenang hingga kini, seperti Januari yang Biru, Bahtera Asmara, dan Sejuta Rindu.
Kariernya menjadi inspirasi bagi banyak penyanyi perempuan Indonesia hingga saat ini.
6. Andi Ina Kartika Sari, Perempuan Pertama Ketua DPRD Sulsel
Andi Ina Kartika Sari mencatat sejarah sebagai perempuan pertama yang menjabat Ketua DPRD Sulawesi Selatan periode 2019–2024.
Kehadirannya di posisi strategis tersebut menjadi simbol meningkatnya partisipasi perempuan dalam dunia politik dan pengambilan kebijakan publik.
Banyak kalangan berharap kepemimpinannya mampu membuka ruang yang lebih luas bagi perempuan untuk terlibat dalam pembangunan daerah.
7. Indah Putri Indriani, Kepala Daerah Perempuan Pertama di Sulsel
Indah Putri Indriani menjadi perempuan pertama yang berhasil terpilih sebagai kepala daerah di Sulawesi Selatan saat menjabat Bupati Luwu Utara.
Sebelum berkiprah di dunia politik, ia dikenal sebagai akademisi dan dosen di sejumlah perguruan tinggi. Pengalaman akademiknya kemudian menjadi modal dalam membangun tata kelola pemerintahan yang lebih baik.
Keberhasilannya memimpin daerah menjadi inspirasi bagi perempuan yang ingin berkiprah di bidang pemerintahan dan politik.
8. Andi Depu, Pahlawan Nasional dari Tanah Mandar
Andi Depu merupakan tokoh perempuan pejuang kemerdekaan yang berasal dari wilayah Mandar, yang saat ini masuk Provinsi Sulawesi Barat dan memiliki kedekatan sejarah dengan Sulawesi Selatan.
Ia memimpin rakyat dalam melawan penjajahan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia di wilayah Sulawesi. Berkat keberanian dan pengabdiannya, Andi Depu dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada tahun 2018.
Namanya menjadi simbol keteguhan perempuan dalam memperjuangkan kedaulatan bangsa.
Kisah delapan perempuan inspiratif tersebut menunjukkan bahwa perempuan Sulawesi Selatan memiliki peran besar dalam berbagai bidang, mulai dari perjuangan kemerdekaan, pelestarian budaya, pendidikan, politik, hingga seni. Semangat dan dedikasi mereka menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....