Budaya Fika, Rahasia Produktivitas Kerja

  • 20 Apr 2026 13:35 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Budaya kerja di Swedia menarik perhatian karena mengedepankan keseimbangan antara produktivitas dan kesehatan mental. Salah satu tradisi yang dikenal luas adalah Fika, yaitu waktu istirahat untuk minum kopi bersama di sela aktivitas kerja.

Dilansir dari unggahan Instagram @intellectumind, Fika bukan sekadar rehat biasa, tetapi telah menjadi bagian penting dalam budaya kerja profesional di Swedia. Tradisi ini dilakukan secara rutin sambil menikmati kopi dan kue khas seperti kanelbulle.

Fika juga berfungsi sebagai ruang sosial yang mampu menghilangkan sekat hierarki di tempat kerja. Dalam suasana santai, pimpinan hingga karyawan dapat berinteraksi secara setara tanpa tekanan formalitas.

Dari sisi ilmu pengetahuan, kebiasaan ini dinilai bermanfaat untuk menjaga fokus kerja. Otak manusia disebut hanya mampu berkonsentrasi optimal sekitar 90 menit sebelum membutuhkan jeda.

Karena itu, Fika menjadi semacam “reset” bagi otak agar kembali segar dan siap melanjutkan pekerjaan. Pendekatan ini sejalan dengan konsep keseimbangan hidup masyarakat Nordik yang dikenal dengan istilah Lagom.

Prinsip tersebut menekankan pentingnya bekerja secara cukup, tidak berlebihan, dan tidak kekurangan. Hal ini menjadi salah satu faktor yang mendukung tingginya produktivitas kerja di Swedia.

Fenomena ini memunculkan pertanyaan apakah budaya serupa dapat diterapkan di lingkungan kerja Indonesia. Jika diadaptasi dengan tepat, konsep ini dinilai berpotensi mencegah kelelahan mental atau burnout di kalangan pekerja.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....