RRI Makassar Bedah Buku Jejak Takdir Karya Dosen UIN Alauddin
- 11 Mei 2026 07:44 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, MAKASSAR – Programa 4 RRI Makassar kembali menggelar acara Obrolan Apresiasi Budaya Lokal, dengan format Diskusi Literasi yang berlangsung pada Sabtu, 9 Mei 2026. Mengangkat tema "Bedah Karya Jejak Takdir Bersama Penulis", Obrolan ini menghadirkan Dr. Ir. A. Muhammad Syafar, A.Md., S.T., M.T., IPM., seorang Dosen Teknik Informatika UIN Alauddin Makassar yang berhasil keluar dari zona linier keilmuannya untuk melahirkan sebuah karya sastra filosofis berjudul Jejak Takdir.
Dalam pengantarnya, Dr. Syafar mengungkapkan bahwa buku ini merupakan hasil refleksi mendalam terhadap kondisi zaman yang kian tidak menentu. Baginya, menulis buku ini adalah sebuah upaya arkeologi diri untuk menggali kembali kekuatan jiwa yang seringkali terkubur oleh hiruk-pikuk modernitas.
Ia memotret kegelisahan generasi saat ini yang mulai kehilangan arah, lalu menuangkannya ke dalam narasi yang disebut sebagai evolusi jejak manusia. Melalui buku yang terdiri dari 13 bab ini, Dr. Syafar mengajak pembaca menyusuri lorong waktu, mulai dari bab "Pintu yang Terbuka Tanpa Ditutup" hingga "Signitas" sebagai penutup.
Penulis menjelaskan bahwa setiap bab mewakili fase kehidupan, seperti "Kompas yang Patah" dan "Luka yang Menjadi Pintu", yang menggambarkan bahwa takdir bukan sekadar garis statis, melainkan sebuah ruang navigasi bagi jiwa untuk menemukan peta jalan hidupnya di tengah ketidakpastian. "Buku Jejak Takdir ini saya susun dalam 13 bab sebagai sebuah perjalanan utuh, dimulai dari ambiguitas dalam 'Pintu yang Terbuka Tanpa Ditutup' hingga mencapai puncak makna pada 'Signitas'. Setiap bab, seperti 'Kompas yang Patah' atau 'Luka yang Menjadi Pintu', adalah representasi dari fase kehidupan kita. Saya ingin menunjukkan bahwa takdir bukanlah garis statis yang kaku, melainkan sebuah ruang navigasi bagi jiwa untuk menemukan kembali peta jalan hidupnya di tengah arus ketidakpastian zaman."Ujar Dr Syafar .
Sisi menarik dari bedah buku ini adalah latar belakang penulis yang merupakan seorang pakar Teknik Informatika. Dr. Syafar mengakui adanya dikotomi antara dunia teknik yang kental dengan kepastian angka dan dunia sastra yang penuh narasi sosial.
Namun, ia justru berhasil mengawinkan keduanya dengan prinsip bahwa angka-angka kepastian dalam teknik sebenarnya bisa disinkronkan dengan wujud sosial untuk mencapai sebuah tujuan hidup yang terukur. "Takdir bukanlah soal kesempatan belaka, ia adalah soal pilihan, bukan sesuatu untuk ditunggu, melainkan sesuatu untuk dicapai," ujar Dr. Syafar mengutip William Jennings Bryan. Ia menekankan bahwa meski berlatar belakang teknik, seorang manusia tetap memiliki konsep jiwa sosial. Menurutnya, perilaku hidup yang penuh perhitungan, layaknya logika teknik jika dipadukan dengan ketenangan batin, akan melahirkan sebuah navigasi hidup yang tepat.
Lebih lanjut, Dr. Syafar menjelaskan bahwa buku ini lahir sebagai wujud kegelisahan atas posisi manusia dalam arus sejarah dan psikologi. Ia membagi perjalanan manusia dalam tiga fase utama: fase pencarian, fase pembentukan, dan fase kontribusi.
Ketiga fase inilah yang membentuk evolusi jejak seseorang, di mana pada akhirnya jejak tersebut akan berbicara tentang kebaikan-kebaikan yang pernah ditanam selama hidup di dunia. Sebagai penutup Obrolan di Pro 4 RRI Makassar, Dr. Syafar berpesan bahwa kompas terbaik dalam mengarungi takdir bukanlah apa yang digenggam di tangan, melainkan ketenangan yang ada di dalam jiwa.
Diskusi literasi ini diharapkan dapat memicu semangat masyarakat Makassar, khususnya generasi muda, untuk terus berkarya dan berani mengeksplorasi potensi diri melampaui batas latar belakang pendidikan formal demi memberi kontribusi nyata bagi literasi budaya
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....