Kebakaran Lahan Meningkat, Warga Maros Minta Anggaran Disiapkan Lebih Awal

  • 06 Okt 2026 11:01 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Maros – Meningkatnya kejadian kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, menjadi perhatian masyarakat. Selain mengandalkan respons petugas ketika kebakaran terjadi, pemerintah dinilai perlu memperkuat langkah pencegahan dan kesiapsiagaan sejak sebelum memasuki periode rawan kebakaran.

Warga Maros, Amir Kadir, mengatakan penanganan karhutla semestinya tidak hanya berorientasi pada tindakan setelah kebakaran terjadi. Menurutnya, pemerintah perlu memiliki persiapan yang lebih matang, mulai dari perencanaan hingga dukungan anggaran.

Amir menilai, persiapan sejak awal penting karena kondisi musim kemarau dapat meningkatkan risiko kebakaran, terutama ketika lahan dan vegetasi mulai mengering. “Pemerintah sebenarnya jauh sebelumnya sudah harus siapkan. Jangan berpatokan setelah kejadian baru semua mengurusi masalah ini,” kata Amir, Senin 5 Oktober 2026.

Anggaran Dinilai Menjadi Salah Satu Kendala

Menurut Amir, dukungan anggaran menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam kesiapsiagaan menghadapi karhutla. Tanpa perencanaan dan alokasi anggaran yang memadai sejak awal, upaya penanganan di lapangan berpotensi menghadapi kendala ketika jumlah kejadian kebakaran meningkat.

Ia menilai, kebutuhan penanganan karhutla bukan hanya berkaitan dengan keberadaan petugas. Kesiapan peralatan, armada, dukungan operasional hingga kebutuhan personel juga perlu diperhitungkan sebelum kondisi darurat terjadi.

Meski memberikan catatan mengenai kesiapan anggaran, Amir mengapresiasi penanganan yang dilakukan petugas di lapangan. Menurutnya, petugas telah berupaya merespons laporan kebakaran yang terjadi di berbagai wilayah.

“Penanganan karhutla sudah bagus, cuma terkendala dengan beberapa faktor, salah satunya masalah anggaran,” ujarnya.

Kesiapsiagaan Diminta Tidak Menunggu Kebakaran

Amir berharap kejadian karhutla yang terjadi saat ini dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah untuk memperkuat sistem pencegahan dan penanganan pada tahun-tahun mendatang. Menurutnya, kesiapsiagaan idealnya dilakukan sebelum memasuki musim yang memiliki potensi tinggi terjadinya kebakaran.

Dengan persiapan lebih awal, pemerintah dan petugas diharapkan dapat bergerak lebih cepat ketika muncul titik api. Ia juga mendorong agar kebutuhan personel, peralatan pemadam, armada serta dukungan anggaran disiapkan secara lebih terencana.

“Saya berharap tahun-tahun ke depannya harus disiapkan sebelum terjadi hal-hal seperti yang sekarang ini,” pungkas Amir.

Bagi masyarakat, pencegahan karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas pemadam. Kesadaran warga untuk tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah secara sembarangan juga menjadi bagian penting dalam mengurangi potensi munculnya titik api, khususnya ketika kondisi lingkungan sedang kering.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....