Momentum Pergantian Kapolda Sulsel, Polres Maros Ingatkan Warga Soal Penipuan

  • 03 Okt 2026 19:27 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Maros - Pergantian pucuk pimpinan Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan menjadi perhatian publik. Namun, di balik momentum pergantian tersebut, masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi penipuan yang memanfaatkan nama dan jabatan pejabat kepolisian.

Berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026, jabatan Kapolda Sulsel mengalami pergantian. Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro mendapat penugasan baru sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tk. I Sespim Lemdiklat Polri.

Posisi Kapolda Sulsel selanjutnya dipercayakan kepada Irjen Pol. Dr. M. Awal Chairuddin. Pergantian tersebut merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri, termasuk kebutuhan organisasi, pembinaan karier, serta penyegaran dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

Momentum pergantian pejabat ini sekaligus menjadi perhatian Polres Maros. Masyarakat diingatkan agar tidak mudah percaya terhadap pihak yang mengaku sebagai pejabat Polri, baik pejabat lama maupun pejabat yang baru. Kasi Humas Polres Maros, AKP Ahmad, S.Sos., mengimbau masyarakat melakukan verifikasi terlebih dahulu apabila menerima pesan, telepon, atau komunikasi lainnya yang mengatasnamakan Kapolda, Kapolres, pejabat utama, maupun personel kepolisian.

Terlebih, jika komunikasi tersebut disertai permintaan uang, transfer, pemberian fasilitas, atau kepentingan tertentu.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya apabila ada pihak yang mengaku sebagai pejabat Polri kemudian meminta sesuatu. Terlebih jika disertai permintaan uang atau transfer. Pastikan terlebih dahulu kebenaran informasi tersebut melalui saluran resmi Kepolisian,” ujar AKP Ahmad, Sabtu 3 Oktober 2026.

Polres Maros meminta masyarakat tidak langsung menindaklanjuti permintaan mencurigakan. Warga juga diminta tidak memberikan sejumlah uang maupun data pribadi sebelum memastikan identitas dan kebenaran informasi tersebut. Jika menemukan dugaan penipuan yang mengatasnamakan pejabat atau anggota Polri, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada Kepolisian terdekat.

Kewaspadaan masyarakat dinilai penting untuk mencegah aksi penipuan yang memanfaatkan momentum pergantian pejabat kepolisian. Apalagi, perubahan jabatan dapat menjadi celah bagi oknum tidak bertanggung jawab untuk membangun komunikasi palsu dan meyakinkan calon korbannya. Polres Maros menegaskan, masyarakat perlu menjadikan saluran resmi Kepolisian sebagai rujukan utama untuk memastikan setiap informasi atau permintaan yang mengatasnamakan pejabat Polri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....