Prof Tahir Kasnawi Kembali Pimpin KKI Sulsel
- 30 Agt 2026 21:24 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Prof. Dr. H. Tahir Kasnawi, S.U. kembali dipercaya memimpin Koalisi Kependudukan Indonesia (KKI) Provinsi Sulawesi Selatan periode 2026–2031. Ia terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) KKI Sulsel 2026 di Aula Kantor BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, Makassar, Sabtu sore 29 Agustus 2026.
Musda diikuti utusan KKI dari 17 kabupaten dan kota se-Sulsel, pengurus KKI Sulsel, Koalisi Muda Kependudukan, perguruan tinggi, organisasi pemuda serta sejumlah undangan. Ketua Panitia Musda KKI Sulsel 2026, Dr. Nur Riswandy Marsuki, M.Si., mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum konsolidasi organisasi menghadapi persoalan kependudukan lima tahun mendatang.
Pemilihan ketua dilakukan melalui rapat pleno yang dipimpin Dr. Hj. Nurhayati Azis, S.E., M.Si., didampingi Dr. Hj. St. Syamsudduha, M.Ag. Peserta Musda secara aklamasi kembali memberikan kepercayaan kepada Prof Tahir Kasnawi untuk memimpin KKI Sulsel, sekaligus memberikan mandat membentuk tim formatur dan menyempurnakan struktur kepengurusan periode 2026–2031.
Prof Tahir mengatakan amanah tersebut akan dijalankan bersama seluruh unsur organisasi melalui semangat kolaborasi. Ia menilai kepengurusan baru perlu menggerakkan organisasi secara lebih dinamis dan mengakomodasi berbagai elemen yang memiliki perhatian terhadap persoalan kependudukan.
“Amanah yang diberikan akan kami jalankan bersama para pengurus lainnya dengan membangun kolaborasi untuk menggerakkan organisasi,” kata Prof Tahir.
Agenda berikutnya adalah memperkuat konsolidasi KKI hingga tingkat kabupaten dan kota. Prof Tahir menilai keberadaan organisasi di daerah perlu diperkuat agar KKI dapat berkontribusi terhadap penyelesaian persoalan kependudukan sesuai karakteristik masing-masing wilayah.
Musda KKI Sulsel 2026 dibuka Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan yang diwakili Dr. Irvan Roberto, S.Sos., M.I.Kom. Ia mengapresiasi pelaksanaan Musda dan mendorong KKI Sulsel memperkuat kolaborasi dengan BKKBN serta Badan Pusat Statistik (BPS), terutama dalam penyusunan peta jalan kependudukan di kabupaten dan kota se-Sulsel.
"Semoga KKI dapat mengambil posisi sebagai mitra strategis sekaligus memberikan pemikiran dan keahlian dalam penyusunan serta implementasi peta jalan pembangunan kependudukan. Kemendukbangga/BKKBN juga memiliki sejumlah program unggulan, antara lain GENTING, TAMASYA, GATI, GENRE dan PIK-R, serta SIDAYA."Harapnya.
KKI Sulsel juga diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai lumbung pikir atau "think tank"dalam pembangunan berwawasan kependudukan. Peran tersebut mencakup penyediaan kajian, rekomendasi kebijakan, advokasi, penguatan partisipasi masyarakat serta publikasi informasi kependudukan berbasis data.
Sementara itu Dr. Nur Riswandy Marsuki mengatakan keterlibatan perguruan tinggi, Koalisi Muda Kependudukan dan organisasi pemuda penting karena persoalan kependudukan membutuhkan kolaborasi berbagai unsur. Perguruan tinggi dapat memperkuat kajian akademik dan data, sedangkan generasi muda diperlukan untuk memastikan isu kependudukan menjadi perhatian lintas generasi.
Terpilihnya kembali Prof Tahir Kasnawi menempatkan konsolidasi KKI kabupaten dan kota, penguatan kolaborasi dengan pemerintah, BKKBN dan BPS, serta kontribusi terhadap peta jalan pembangunan kependudukan sebagai agenda utama kepengurusan KKI Sulsel periode 2026–2031.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....