Duka Papua Warnai Apel Pagi Kemenag Sulsel

  • 14 Sep 2026 16:22 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Suasana khidmat menyelimuti apel pagi jajaran Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan di Lapangan Tenis Kanwil Kemenag Sulsel, Senin, 14 September 2026. Apel yang biasanya menjadi momentum untuk memperkuat kedisiplinan dan semangat kerja ASN, kali ini berlangsung berbeda.

Seluruh peserta diajak sejenak merenung dan memanjatkan doa bagi tiga aparatur sipil negara (ASN) yang meninggal dunia dalam peristiwa pembunuhan di Papua yang disebut melibatkan kelompok kriminal bersenjata (KKB). Mewakili Kepala Kanwil Kemenag Sulsel, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Sulsel, H. Wahyuddin Hakim, bertindak sebagai pembina apel.

Dalam arahannya, Wahyuddin mengingatkan seluruh ASN agar tidak terlena dengan waktu serta senantiasa mensyukuri setiap nikmat dan kesempatan yang diberikan Allah SWT. “Bersyukur atas segala apa yang kita terima. Waktu tidak terasa, waktu itu bisa menipu, jangan terlena dengan waktu. Banyak cara Allah memberi rezeki, salah satunya memudahkan urusan kita,” ujar Wahyuddin.

Menurutnya, waktu dan kemudahan yang diberikan dalam kehidupan maupun pelaksanaan tugas merupakan bagian dari rezeki yang patut disyukuri. Karena itu, setiap kesempatan harus dimanfaatkan untuk menjalankan amanah dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Pesan tersebut menjadi refleksi bagi jajaran ASN Kemenag Sulsel untuk terus meningkatkan kedisiplinan, tanggung jawab, serta kualitas pengabdian sebagai aparatur negara. Suasana apel kemudian semakin hening ketika seluruh peserta diajak mendoakan tiga ASN yang menjadi korban pembunuhan di Papua.

Doa bersama tersebut menjadi wujud solidaritas dan kepedulian keluarga besar Kementerian Agama Sulawesi Selatan terhadap para ASN yang telah meninggal dunia saat menjalankan pengabdian. Dalam suasana penuh keheningan, para peserta menundukkan kepala, mengenang jasa dan pengabdian para korban. Doa juga dipanjatkan agar seluruh amal kebaikan almarhum diterima di sisi Allah SWT.

Keluarga yang ditinggalkan turut didoakan agar diberikan kekuatan, ketabahan dan keikhlasan dalam menghadapi kehilangan tersebut. Keluarga besar Kemenag Sulsel juga berharap kondisi keamanan di Papua dapat segera membaik sehingga masyarakat dan para aparatur yang bertugas dapat menjalankan aktivitas dengan aman dan damai.

Momentum apel pagi tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pengabdian sebagai ASN bukan sekadar menjalankan rutinitas pekerjaan. Setiap waktu dan kesempatan merupakan amanah yang harus digunakan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.

Di tengah duka atas kepergian tiga ASN tersebut, jajaran Kemenag Sulsel diajak untuk semakin menghargai waktu, memperkuat solidaritas, dan menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.(*)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....