Kemarau Dipengaruhi El Niño, Masyarakat Diminta Waspadai Kekeringan
- 16 Sep 2026 13:38 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Musim kemarau masih mendominasi sebagian besar wilayah Indonesia pada September 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan sekitar 81 persen Zona Musim (ZOM) telah memasuki musim kemarau. Kondisi tersebut diperkuat oleh pengaruh El Niño yang masih berada pada kategori sangat kuat sehingga atmosfer Indonesia cenderung lebih kering dan curah hujan menjadi lebih terbatas.
El Niño merupakan fenomena iklim yang ditandai dengan meningkatnya suhu permukaan laut di wilayah tengah dan timur Samudra Pasifik. Fenomena tersebut dapat menyebabkan pergeseran pusat pertumbuhan awan menjauh dari Indonesia sehingga curah hujan di sejumlah wilayah mengalami penurunan.
BMKG menjelaskan bahwa El Niño umumnya berdampak pada berkurangnya curah hujan di Indonesia, terutama pada periode Juni-Juli-Agustus dan September-Oktober-November. Dampak kondisi kering mulai terlihat dari meningkatnya wilayah yang mengalami hari tanpa hujan dalam waktu yang lama.
BMKG pada bulan September 2026 mencatat sebanyak 1.637 wilayah mengalami hari tanpa hujan ekstrem, yakni lebih dari 60 hari berturut-turut tanpa hujan. Kondisi tersebut terutama terdapat di sejumlah wilayah Indonesia bagian selatan, termasuk Sulawesi Selatan, sehingga masyarakat perlu mewaspadai berkurangnya ketersediaan udara untuk kebutuhan sehari-hari maupun aktivitas pertanian.
Selain masalah ketersediaan udara, kondisi kemarau yang terjadi bersamaan dengan El Niño juga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan. BMKG menyebut bulan September masih menjadi salah satu fase kritis kebakaran hutan dan lahan karena kondisi cuaca yang kering, pengaruh El Niño, serta keberadaan titik panas di sejumlah wilayah.
Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan dan segera melaporkan jika menemukan indikasi kebakaran. Untuk menghadapi kondisi tersebut, masyarakat dapat melakukan sejumlah langkah sederhana, seperti menghemat penggunaan air, memanfaatkan air hujan yang masih tersedia, serta menyiapkan cadangan udara untuk kebutuhan selama periode kering. BMKG juga mendorong kewaspadaan terhadap potensi kekeringan dan kebakaran lahan melalui pemantauan informasi cuaca dan peringatan dini secara berkala.
Dengan kesiapsiagaan bersama, dampak musim kemarau yang dipengaruhi El Niño dapat diantisipasi dengan lebih baik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....