BBM Terbatas, Sekolah di Maros Terapkan Pembelajaran Daring 12–19 September 2026
- 12 Sep 2026 13:28 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Maros - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Maros mengambil langkah antisipatif menyikapi kelangkaan dan keterbatasan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di Kabupaten Maros dan sejumlah wilayah Sulawesi Selatan.
Mulai 12 hingga 19 September 2026, seluruh satuan pendidikan jenjang TK, SD dan SMP di Kabupaten Maros, baik negeri maupun swasta, menerapkan pembelajaran secara daring atau online.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Maros, Andi Wandi Bangsawan Putra Patabai, mengatakan kebijakan tersebut telah dikoordinasikan dengan Bupati Maros sebagai langkah untuk mengurangi mobilitas selama kondisi keterbatasan BBM. "Pembelajaran daring ini kita lakukan selama sepekan, mulai dari tanggal 12 September sampai dengan tanggal 19 September 2026," ujar Andi Wandi via telepon seluler, Sabtu 12 September 2026.
Menurutnya, kebijakan tersebut tidak hanya ditujukan untuk mengurangi mobilitas guru dan siswa, tetapi juga tenaga kependidikan serta orang tua siswa yang selama ini turut melakukan perjalanan untuk mengantar dan menjemput anak ke sekolah. Dengan pembelajaran dari rumah, penggunaan kendaraan dan konsumsi BBM diharapkan dapat ditekan selama kondisi pasokan BBM belum sepenuhnya normal.
Andi Wandi menegaskan, proses pembelajaran tetap harus berjalan meski dilakukan dari rumah. Karena itu, setiap satuan pendidikan diminta memanfaatkan berbagai platform atau media pembelajaran yang tersedia dan mudah diakses siswa.
Selain persoalan pembelajaran, Dinas Pendidikan juga meminta seluruh kepala satuan pendidikan meningkatkan kewaspadaan terhadap keamanan lingkungan sekolah. Kepala sekolah diminta tetap menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan sekolah serta melakukan langkah-langkah pencegahan yang diperlukan untuk mengantisipasi potensi bahaya kebakaran.
"Kami berpesan kepada seluruh kepala satuan pendidikan untuk tetap menjaga keamanan, ketertiban di lingkungan sekolah, tingkatkan kewaspadaan, dan melakukan langkah-langkah pencegahan yang diperlukan untuk mengantisipasi bahaya kebakaran," jelasnya.
Andi Wandi juga mengimbau para orang tua siswa agar tidak panik menyikapi kondisi keterbatasan BBM. Pemerintah berharap situasi tersebut dapat segera pulih sehingga aktivitas pendidikan dapat kembali berlangsung secara normal.
Ia mengatakan, pembelajaran tatap muka di sekolah akan kembali dilakukan setelah kondisi BBM dinilai kembali memungkinkan. Kebijakan pembelajaran daring selama sepekan ini menjadi salah satu bentuk respons pemerintah daerah untuk menjaga keberlangsungan pendidikan sekaligus mengurangi mobilitas masyarakat di tengah keterbatasan BBM.
Pemerintah berharap seluruh pihak, mulai dari sekolah, guru, siswa hingga orang tua, dapat beradaptasi dengan kebijakan tersebut sehingga proses belajar mengajar tetap berjalan tanpa mengabaikan kondisi yang terjadi di lapangan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....