Musim Kemarau, Kapolres Maros Genjot Edukasi Warga Cegah Kebakaran

  • 08 Sep 2026 21:50 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Maros - Ancaman kebakaran rumah, lahan, dan hutan meningkat di tengah kondisi kemarau. Mengantisipasi meluasnya kejadian tersebut, Kapolres Maros AKBP Devi Sujana menginstruksikan seluruh jajarannya memperkuat langkah pencegahan melalui edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat.

Instruksi tersebut ditindaklanjuti personel Polres Maros hingga jajaran Polsek, terutama Bhabinkamtibmas yang menjadi ujung tombak kepolisian dalam menyampaikan pesan-pesan kamtibmas secara langsung kepada masyarakat di desa dan kelurahan.

Edukasi tidak hanya menyasar upaya memadamkan api ketika kebakaran terjadi, tetapi lebih ditekankan pada bagaimana masyarakat mengenali dan mencegah sumber-sumber api sejak dini.

Warga diingatkan untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membakar sampah sembarangan, serta memastikan instalasi listrik di rumah maupun bangunan lainnya dalam kondisi aman.

Kapolres Maros AKBP Devi Sujana mengatakan pencegahan merupakan langkah paling efektif untuk menekan dampak kebakaran.

"Saya menginstruksikan seluruh jajaran agar terus hadir di tengah masyarakat untuk memberikan edukasi mengenai bahaya kebakaran dan karhutla. Jangan membuka lahan dengan cara membakar, periksa instalasi listrik secara berkala, hindari membakar sampah sembarangan, dan segera laporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sejak dini," tegas Devi Sujana, Senin 7 September 2026.

Menurutnya, penanganan kebakaran tidak bisa hanya mengandalkan petugas pemadam maupun aparat keamanan. Kesadaran masyarakat menjadi bagian penting karena sebagian potensi kebakaran dapat dicegah apabila warga memahami risiko dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu munculnya api.

Jajaran Bhabinkamtibmas diminta aktif mendatangi warga dan menyampaikan imbauan secara langsung, terutama di wilayah yang memiliki potensi kebakaran lahan. Langkah tersebut dinilai penting karena Bhabinkamtibmas memiliki kedekatan dengan masyarakat dan mengetahui kondisi wilayah binaannya.

Selain sosialisasi dari rumah ke rumah dan sambang warga, Polres Maros juga memperluas penyampaian informasi melalui leaflet, pemasangan spanduk imbauan, serta media sosial. Kasi Humas Polres Maros AKP Ahmad mengatakan pola edukasi dilakukan secara masif agar pesan pencegahan kebakaran dapat menjangkau masyarakat lebih luas.

"Polres Maros mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran maupun karhutla. Kesadaran dan partisipasi masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga keselamatan bersama," ujarnya.

Polres Maros menilai pencegahan menjadi semakin penting selama musim kemarau. Kondisi lahan dan vegetasi yang kering dapat membuat api lebih mudah menyala dan cepat menyebar. Karena itu, masyarakat diminta tidak menganggap sepele aktivitas yang menghasilkan api, termasuk pembakaran sampah maupun pembukaan lahan.

Warga juga diminta segera melapor apabila menemukan kepulan asap atau titik api di lingkungan sekitar. Pelaporan secara cepat diharapkan memungkinkan petugas melakukan penanganan sebelum api meluas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar.

Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari strategi Polres Maros memperkuat mitigasi bencana berbasis masyarakat. Kepolisian tidak hanya hadir ketika terjadi kebakaran, tetapi berupaya membangun kesadaran warga agar menjadi bagian dari sistem pencegahan.

Dengan kolaborasi antara aparat, pemerintah daerah, petugas pemadam kebakaran, dan masyarakat, potensi kebakaran rumah maupun karhutla di Kabupaten Maros diharapkan dapat ditekan. Bagi Polres Maros, keberhasilan pencegahan bukan diukur dari seberapa cepat api dipadamkan, tetapi dari seberapa banyak potensi kebakaran yang berhasil dicegah sebelum berubah menjadi bencana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....