Kebakaran Lahan di Pinrang Capai 16 Hektare, Pemerintah Perkuat Patroli

  • 22 Agt 2026 11:24 WIB
  •  Makassar
Poin Utama
  • Luas Wilayah Terdampak: Kebakaran lahan di Kabupaten Pinrang pada tahun 2026 tercatat seluas sekitar 16 hektare yang tersebar di empat kecamatan (Suppa, Lembang, Patampanua, dan sebagian Mattiro Bulu), tanpa adanya laporan kejadian
  • Kondisi Lebih Terkendali: Kejadian kebakaran lahan pada tahun ini dinilai lebih terkendali dan tidak semasif tahun 2023 berkat meningkatnya kesadaran masyarakat serta upaya pencegahan dini.
  • Penguatan Patroli dan Pengawasan: Pemerintah Kabupaten Pinrang bersama unsur TNI-Polri, BPBD, Damkar, serta aparat desa dan kelurahan

RRI.CO.ID, Pinrang – Kebakaran lahan di Kabupaten Pinrang tercatat mencapai sekitar 16 hektare pada 2026. Data tersebut berdasarkan Pusdalops dan tersebar di empat kecamatan, yakni Suppa, Lembang, Patampanua, serta sebagian wilayah Mattiro Bulu.

Kalaksa BPBD Pinrang Dr. Romy Manule diwawancara RRI Makassar Jum'at malam 21 Agustus 2026 mengatakan seluruh kejadian kebakaran lahan tersebut telah ditangani bersama oleh pemerintah daerah dan aparat terkait. Penanganan dilakukan untuk mencegah api meluas ke lahan lainnya.

“Untuk saat ini, untuk kebakaran berdasarkan data Pusdalops kami, untuk saat ini sudah tercatat kurang lebih luasan 16 hektar itu terkait dengan bencana kebakaran lahan,” kata Romy.

Ia menyebut tidak terdapat laporan kebakaran hutan dalam data tersebut. Kebakaran yang terjadi merupakan kebakaran lahan dan telah ditangani melalui sinergi BPBD, unit Damkar, serta aparat TNI dan Polri di lapangan.

Romy mengatakan kebakaran lahan pada 2026 tidak semasif kejadian pada 2023. Kondisi tersebut dinilai tidak terlepas dari meningkatnya kesadaran masyarakat serta upaya pencegahan dini yang dilakukan aparat bersama pemerintah desa dan kelurahan.

“Alhamdulillah pada tahun ini (2026), kebakaran lahan terkendali karena sudah ada upaya dari masyarakat, kesadaran masyarakat, dan upaya pencegahan dini dari aparat TNI-Polri, Babinsa, Bhabinkamtibmas bersama dengan aparat desa dan kelurahan melakukan sosialisasi dan patroli,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Pinrang juga memperkuat patroli sebagai tindak lanjut rapat yang dipimpin Bupati Pinrang Andi Irwan Hamid. Patroli dilakukan untuk mendeteksi potensi kebakaran sejak dini dan mencegah kejadian meluas.

Romy mengingatkan masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan secara sengaja. Menurutnya, kondisi kekeringan juga diikuti keterbatasan personel dan sumber daya air sehingga pemadaman kebakaran dapat menghadapi kendala.

“Semoga tidak terjadi upaya-upaya manusia melakukan kesengajaan membakar lahan, apalagi dalam kondisi sekarang keterbatasan personel, keterbatasan juga sumber daya air ketika memadamkan api,” katanya.

Pemerintah bersama TNI-Polri, BPBD, Damkar, serta aparat desa dan kelurahan terus melakukan sosialisasi dan patroli. Upaya tersebut dilakukan untuk mempertahankan kondisi kebakaran lahan agar tetap terkendali selama musim kering.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....