Maros Waspadai Lonjakan Karhutla, 112 Kebakaran Ditangani hingga Agustus
- 21 Agt 2026 21:31 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Maros - Musim kering mulai menunjukkan dampaknya di Kabupaten Maros. Lahan yang mengering dan cuaca panas membuat api semakin mudah berkobar. Dalam beberapa bulan terakhir, kebakaran lahan bahkan mengalami lonjakan tajam dan menjadi ancaman serius bagi lingkungan serta permukiman warga.
Data Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Maros mencatat, sepanjang Januari hingga Agustus 2026 terdapat 112 kejadian kebakaran yang berhasil ditangani petugas. Kepala Seksi Sarana dan Prasarana, Informasi dan Pengolahan Data Damkar Maros, M. Ilham Halimsyah, mengatakan dari jumlah tersebut, 67 kejadian merupakan kebakaran lahan, sementara 45 kejadian lainnya berupa kebakaran rumah dan bangunan.
Yang menjadi perhatian, peningkatan kebakaran terjadi cukup tajam dalam beberapa bulan terakhir. Pada April, kebakaran lahan masih tercatat satu kejadian.
Namun, jumlah tersebut terus meningkat hingga pada Juni mencapai 19 kejadian. Memasuki Agustus, situasinya semakin mengkhawatirkan. Jumlah kebakaran melonjak hingga 49 kejadian dalam satu bulan.
Lonjakan tersebut menunjukkan bahwa kebakaran lahan bukan lagi persoalan yang bisa dianggap sepele. Kondisi vegetasi yang mengering membuat api dapat dengan cepat merambat, terlebih ketika disertai angin.
Ilham mengingatkan masyarakat untuk tidak menunggu api membesar sebelum melapor. Jika menemukan asap atau titik api di lahan terbuka, masyarakat diminta segera menghubungi petugas pemadam kebakaran agar dapat ditangani secepat mungkin.
Kecepatan laporan sangat menentukan. Kebakaran yang diketahui sejak awal akan lebih mudah dikendalikan sebelum menjalar ke lahan yang lebih luas, permukiman warga maupun fasilitas umum. “Jangan menunggu api membesar. Kalau menemukan titik api, segera laporkan agar petugas bisa melakukan penanganan sejak dini,” demikian imbauan yang disampaikan Ilham, Jumat 21 Agustus 2026.
Namun, ancaman kebakaran di Maros tidak hanya berasal dari lahan. Sepanjang tahun ini, petugas juga menangani kebakaran yang melibatkan berbagai objek, mulai dari sepeda motor dan mobil, kabel listrik, trafo, gardu listrik, warung, toko hingga masjid.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa potensi kebakaran dapat muncul dari berbagai sumber. Karena itu, kewaspadaan masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan.
Masyarakat, khususnya yang tinggal berdekatan dengan lahan terbuka, juga diminta lebih berhati-hati dalam menggunakan api. Pembakaran sampah dan pembersihan lahan dengan cara membakar sebaiknya dihindari, terutama ketika kondisi lahan sangat kering.
Sebab, api yang awalnya digunakan untuk membakar sampah atau membersihkan lahan dapat dengan mudah merembet ke vegetasi kering di sekitarnya. Jika tidak diantisipasi bersama, tingginya kasus kebakaran berpotensi terus meningkat seiring kondisi cuaca yang masih panas dan kering.
Karena itu, upaya penanganan tidak cukup hanya dilakukan ketika api sudah berkobar. Pencegahan harus dimulai dari lingkungan terkecil, dengan memastikan tidak ada pembakaran terbuka yang berisiko, menjaga area sekitar tetap aman, dan segera melaporkan setiap munculnya titik api.
Damkar Maros mengajak masyarakat tidak hanya menjadi penonton ketika kebakaran terjadi, tetapi ikut menjadi bagian dari sistem pencegahan. Sebab, semakin cepat api diketahui dan dilaporkan, semakin besar peluang untuk menyelamatkan lahan, rumah, fasilitas umum, bahkan keselamatan warga.
Dengan tren kebakaran yang terus meningkat, kewaspadaan menjadi kunci. Jangan sampai api kecil yang seharusnya bisa dipadamkan sejak awal berubah menjadi bencana yang lebih besar bagi masyarakat Maros.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....