Keselamatan Harus Menjadi Prioritas Utama Pembebasan Pelaut Gowa
- 21 Agt 2026 09:07 WIB
- Makassar
Poin Utama
- Pemerintah didorong merancang kerangka diplomasi sandera khusus.
- Keselamatan nyawa sandera diletakkan sebagai prioritas mutlak negara.
- Negosiasi damai jangka panjang dikedepankan demi melindungi korban.
RRI.CO.ID, MAKASSAR - Kasus penyanderaan pelaut asal Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, oleh perompak Somalia kembali mencuat dan menarik perhatian publik luas. Pemerintah didorong untuk segera merumuskan pendekatan khusus dalam menangani krisis kemanusiaan yang berlarut-larut ini.
Pengamat hubungan internasional Universitas Hasanuddin Makassar Dr Ishak Rahman kepada RRI Makassar kamis malam 20/08/2026 menilai perlindungan terhadap warga negara harus menjadi mandat utama yang dijalankan secara optimal. Upaya penyelamatan ini menuntut ketelitian tinggi agar tidak berujung pada hilangnya nyawa sandera di tangan pelaku.
| Baca juga: MIAN UIT Gelar Webinar Inovasi Digital |
"Dalam situasi seperti ini memang pilihannya tidak banyak dan kita mesti bersabar dalam artian melakukan negosiasi dengan seoptimal mungkin. Pemerintah Indonesia perlu segera merancang suatu pendekatan yang disebut dengan diplomasi sandera atau diplomasi pembebasan sandera," ujar Dr. Ishak Rahman.
Pendekatan diplomasi khusus ini dianggap penting karena Indonesia sudah beberapa kali mengalami krisis serupa di kancah internasional. Pengalaman masa lalu membuktikan bahwa penanganan sandera membutuhkan mekanisme terstruktur guna meminimalisir risiko fatal.
"Karena kita sudah berkali-kali mengalami situasi seperti ini, krisis dalam diplomasi seperti ini, sehingga perlu memang ada mekanisme seperti itu. Dan saya kira pemerintah Indonesia dalam setiap tindakan sebaiknya mengutamakan keselamatan nyawa," tambahnya.
Keselamatan jiwa para pelaut di tengah ancaman kelompok perompak menuntut adanya konsistensi kebijakan luar negeri yang berorientasi kemanusiaan. Setiap langkah taktis yang diambil tidak boleh mengesampingkan jaminan hidup para korban yang tengah ditawan.
"Walaupun mungkin negosiasinya akan berlangsung panjang, walaupun mungkin akhirnya katakanlah tebusan atau ransom harus dibayar, itu betul-betul menjadi pilihan yang orientasi utamanya untuk keselamatan nyawa dari para pelaut. Keselamatan yang paling penting dan itu yang paling utama," tegasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....