Lima Keutamaan Istimewa Bagi Muslim yang Gemar Melangkahkan Kaki ke Masjid
- 12 Jul 2026 18:36 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Masjid bukan sekadar tempat ibadah ritual biasa, melainkan pusat ketenangan spiritual bagi umat Islam di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern. Belakangan ini, kesadaran masyarakat untuk memakmurkan masjid semakin meningkat, seiring dengan pemahaman mendalam mengenai besarnya pahala yang dijanjikan. Berdasarkan intisari ajaran Islam dan dalil-dalil syar'i, terdapat lima keutamaan luar biasa yang menanti setiap Muslim yang menjaga keistiqamahan untuk selalu mendatangi rumah Allah SWT.
Keutamaan pertama yang sangat didambakan oleh setiap manusia di dunia adalah dimudahkannya segala bentuk kesempitan hidup. Orang yang gemar melangkahkan kaki ke masjid dinilai sebagai hamba yang mendahulukan panggilan Allah di atas segala urusan dunianya. Sesuai dengan firman Allah dalam Al-Qur'an Surah At-Thalaq ayat 2-3, yang arinya " barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan jalan keluar dari setiap masalah serta mengalirkan rezeki dari arah yang tidak pernah disangka-sangka". ( Q.S At Thalaq Ayat 2-3).
Tidak hanya memberikan kelapangan di dunia, kebiasaan mulia ini juga menjadi penyelamat di alam barzakh sebagai keutamaan kedua. Umat Islam meyakini bahwa masjid adalah rumah Allah di bumi, dan barangsiapa yang memakmurkannya, maka Allah akan memuliakan tempat tinggalnya di alam kubur kelak. Hal ini sejalan dengan hadis riwayat Bukhari nomor 660, di mana Rasulullah SAW menyebutkan bahwa salah satu dari tujuh golongan yang akan mendapatkan naungan istimewa dari Allah di hari akhir adalah seseorang yang hatinya selalu terpaut dengan masjid.( kitab Hadits Bukhari no: 660).
Memasuki kehidupan akhirat, keutamaan ketiga bagi ahli masjid adalah jaminan menerima catatan amal dengan menggunakan tangan kanan. Menerima kitab amal dari sebelah kanan merupakan ciri utama dari golongan orang-orang yang beruntung dan selamat dari siksa neraka, sebagaimana digambarkan dalam Surah Al-Haqqah ayat 19. Istiqamah dalam memakmurkan tempat ibadah ini merupakan pembuktian nyata dari keimanan seseorang, karena Al-Qur'an menegaskan bahwa sesungguhnya yang memakmurkan masjid Allah hanyalah orang-orang yang benar-benar beriman kepada-Nya.(Q.S Al Haqqah : 19).
Perjalanan di hari kiamat kemudian berlanjut pada momentum yang paling menegangkan, yaitu saat setiap manusia harus menyeberangi jembatan Shirath. Di sinilah keutamaan keempat muncul, di mana orang-orang yang terbiasa berjalan ke masjid akan diberikan kemampuan melintasi Shirath dengan kecepatan luar biasa layaknya kilat yang menyambar. Keistimewaan ini didapatkan berkat pasokan cahaya yang sempurna, yang menjadi pengganti atas kegelapan yang mereka lalui saat berjalan menuju masjid di dunia.
Hal tersebut diperkuat oleh sebuah hadis sahih yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud nomor 561, yang membawa kabar gembira bagi mereka yang rela menembus kegelapan malam demi memenuhi seruan salat berjamaah. Rasulullah SAW bersabda agar memberikan kabar gembira berupa cahaya yang sangat sempurna pada hari kiamat kelak bagi orang-orang yang berjalan dalam kegelapan menuju masjid. Cahaya spiritual inilah yang nantinya menjadi pemandu dan penerang utama di saat manusia lainnya berada dalam kebingungan dan kegelapan yang mencekam.
Puncak dari segala kebahagiaan bagi seorang mukmin adalah keutamaan kelima, yaitu kesempatan emas untuk memasuki surga Allah bersama dengan orang-orang mulia. Lingkungan masjid secara alami mempertemukan seorang hamba dengan para ulama, ustadz, imam, ahli Qur'an, serta orang-orang saleh lainnya. Berdasarkan penegasan Rasulullah SAW, bahwa seseorang akan dikumpulkan bersama dengan siapa yang dicintainya, maka persahabatan yang dilandasi ibadah berjamaah di dunia ini akan terus berlanjut hingga ke dalam surga-Nya.
Kebersamaan yang indah di akhirat tersebut juga telah diabadikan oleh Allah SWT dalam Surah Ar-Ra'd ayat 23. Dalam ayat tersebut dijelaskan mengenai keindahan surga 'Adn, yang mana orang-orang beriman akan memasukinya bersama-sama dengan orang-orang saleh dari kalangan nenek moyang, pasangan, hingga anak cucu mereka. Kehidupan komunal yang harmonis di masjid selama di dunia menjadi miniatur sekaligus tiket utama untuk meraih konsep keselamatan berkeluarga di akhirat kelak.
Jika rumah dinilai sebagai tempat terbaik untuk beristirahat dan kantor menjadi sarana utama untuk mencari nafkah duniawi, maka masjid harus dipandang sebagai tempat utama untuk mengisi ulang energi keimanan. Melalui kesadaran ini, umat Islam diajak untuk senantiasa memanjatkan doa agar Allah SWT berkenan mengikat hati setiap hamba-Nya agar selalu terpaut dan rindu dengan masjid.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....