Santri Sulsel Unjuk Kreativitas di PPSN VI, Lima Penghargaan Berhasil Diraih

  • 06 Okt 2026 11:12 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Malang - Perkemahan Pramuka Santri Nasional (PPSN) VI Tahun 2026 resmi berakhir. Upacara penutupan berlangsung di Lapangan Utama Pondok Pesantren An Nur II Al Murtadlo, Bululawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Senin 5 Oktober 2026. Bagi Kontingen Sulawesi Selatan, berakhirnya PPSN VI bukan sekadar penanda selesainya rangkaian kegiatan nasional.

Ajang yang mempertemukan pramuka santri dari berbagai provinsi di Indonesia itu menjadi momentum untuk menunjukkan kemampuan, kreativitas, kedisiplinan, sekaligus kekompakan santri Sulsel di tingkat nasional. Hasilnya, Kontingen Sulawesi Selatan berhasil membawa pulang lima penghargaan dari berbagai kategori lomba.

Lima penghargaan tersebut masing-masing Juara II Lomba Yel-Yel Putra, Juara II Lomba Tenda T3 Putra Umpi 1, Juara II Lomba Tenda T3 Putri Umpi 2, Harapan I Lomba Yel-Yel Putri, serta Harapan II Lomba Teknologi Tepat Guna Putri. Raihan tersebut menjadi catatan tersendiri bagi kontingen Sulsel.

Setiap penghargaan tidak hanya menggambarkan hasil perlombaan, tetapi juga mencerminkan proses panjang yang dijalani peserta sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan kegiatan. Di tengah persaingan antarkontingen dari berbagai daerah, para santri dituntut mampu menampilkan kreativitas sekaligus menjaga kekompakan. Kegiatan perkemahan juga mengajarkan peserta untuk hidup mandiri, disiplin terhadap waktu dan aturan, bekerja dalam tim, serta bertanggung jawab terhadap tugas masing-masing.

PPSN dengan demikian tidak hanya menjadi arena kompetisi. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pembentukan karakter santri melalui pengalaman langsung di lapangan.

Sementara itu, berdasarkan hasil penilaian selama pelaksanaan kegiatan, Kontingen Jawa Tengah ditetapkan sebagai kontingen terbaik. Jawa Barat meraih predikat kontingen teraktif, sedangkan Kalimantan Utara ditetapkan sebagai kontingen terfavorit.

Apresiasi untuk Santri dan Pembina

Kepala Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kanwil Kemenag Sulsel, H. Fathurrahman, menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota Kontingen Sulawesi Selatan. Menurutnya, lima penghargaan yang berhasil diraih merupakan buah dari proses yang tidak singkat. Kerja keras, kekompakan, kedisiplinan, serta semangat pantang menyerah menjadi bagian penting dalam perjalanan kontingen hingga mampu meraih prestasi di tingkat nasional.

“Kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh kontingen Sulawesi Selatan. Lima penghargaan yang diraih merupakan buah dari kerja keras, kekompakan, kedisiplinan, dan semangat pantang menyerah,” ujar Fathurrahman.

Apresiasi juga diberikan kepada para Pembina Pendamping atau Bindamping yang mendampingi para santri sejak masa persiapan, pemusatan latihan hingga seluruh rangkaian PPSN VI 2026. Peran Bindamping dinilai tidak sebatas mempersiapkan peserta menghadapi perlombaan.

Mereka juga menjadi bagian penting dalam memastikan para santri mampu menjaga kedisiplinan, kekompakan, kesehatan, serta nama baik daerah selama mengikuti kegiatan nasional tersebut. “Terima kasih kepada para Bindamping yang telah mencurahkan waktu, tenaga, perhatian, dan pengabdiannya dalam mendampingi anak-anak kita. Peran Bindamping sangat penting, bukan hanya dalam mempersiapkan peserta menghadapi perlombaan, tetapi juga memastikan mereka tetap disiplin, kompak, dan mampu menjaga nama baik Sulawesi Selatan,” tuturnya.

Prestasi Bukan Akhir Perjalanan

Bagi Fathurrahman, capaian di PPSN VI 2026 seharusnya tidak hanya diukur dari jumlah penghargaan yang dibawa pulang. Lebih jauh, pengalaman selama mengikuti kegiatan nasional tersebut diharapkan menjadi bekal bagi para santri untuk mengembangkan potensi diri dan menerapkan nilai-nilai kepramukaan dalam kehidupan sehari-hari.

Para santri telah mendapatkan pengalaman berinteraksi dengan peserta dari berbagai daerah. Mereka belajar beradaptasi dengan lingkungan baru, membangun komunikasi, bekerja sama dalam kelompok, serta menyelesaikan berbagai tantangan yang dihadapi selama perkemahan.

Pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam membentuk generasi santri yang tidak hanya memiliki pengetahuan keagamaan, tetapi juga memiliki karakter kuat, mandiri, disiplin, kreatif, dan mampu berkontribusi di tengah masyarakat. “Prestasi ini jangan berhenti pada piala. Jadikan pengalaman di PPSN sebagai bekal untuk terus berkarya, berkontribusi, dan menjadi generasi santri yang tangguh, berkarakter, serta bermanfaat bagi masyarakat,” pesannya.

Dengan berakhirnya PPSN VI 2026, Kontingen Sulawesi Selatan pun membawa pulang lebih dari sekadar lima penghargaan. Para peserta juga membawa pengalaman, persaudaraan, dan semangat baru untuk terus mengembangkan gerakan Pramuka di lingkungan pesantren.

PPSN VI 2026 sekaligus memperkuat ruang perjumpaan antarsantri dari berbagai daerah. Di dalamnya terdapat proses pembelajaran yang menanamkan kedisiplinan, kemandirian, kepemimpinan, gotong royong, kreativitas, serta kepedulian terhadap lingkungan.

Lima penghargaan yang diraih Kontingen Sulsel menjadi bagian dari perjalanan tersebut. Prestasi itu diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para santri untuk terus mengasah kemampuan, berani berkompetisi, serta membawa nama baik Sulawesi Selatan dalam berbagai ajang di masa mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....