BI dan Pemprov Sulsel Perkuat Industri Wastra Lokal menuju Pasar Global

  • 28 Jul 2026 20:50 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Bank Indonesia (BI) bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus memperkuat pengembangan industri wastra lokal sebagai salah satu sektor ekonomi kreatif yang dinilai berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memperluas akses pasar hingga tingkat internasional. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Rizki Ernadi Wimanda, mengatakan sektor ekonomi kreatif, termasuk fashion, wastra, dan kuliner, secara nasional menyumbang sekitar 7 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Menurutnya, kontribusi tersebut menunjukkan ekonomi kreatif telah menjadi salah satu penggerak penting perekonomian nasional. "Potensi Sulawesi Selatan tidak kalah dibanding daerah lain. Tahun lalu kami memfasilitasi salah satu desainer Sulsel tampil di Turki. Ke depan, karya-karya wastra Sulsel harus semakin dikenal, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di luar negeri," kata Rizki, dihadapan awak media, Selasa 28 Juli 2026.

Ia menambahkan, kualitas desainer Sulawesi Selatan dinilai mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Karya mereka juga akan kembali ditampilkan pada ajang Karya Kreatif Indonesia sebagai etalase produk unggulan daerah.

Selain mempromosikan wastra, BI juga terus memperkuat kapasitas pelaku UMKM melalui berbagai program pendampingan. Setiap tahun sekitar 75 UMKM mengikuti pembinaan yang didukung program Riwako Petani, Riwako Ekspor, dan Riwako Pesantren guna mendorong kemandirian ekonomi berbasis komunitas.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, mengatakan industri kreatif memiliki nilai ekonomi tinggi karena bertumpu pada kreativitas. Menurutnya, nilai sebuah produk wastra tidak hanya ditentukan oleh biaya produksi, tetapi juga nilai seni, keunikan, serta apresiasi masyarakat.

"Semakin tinggi apresiasi masyarakat terhadap wastra lokal, maka semakin tinggi pula nilai ekonominya. Karena itu, kita harus menjadikan wastra Sulsel sebagai pilihan utama masyarakat Indonesia," ujarnya.

Jufri juga mengusulkan pembentukan inkubator wastra sebagai ruang kolaborasi bagi desainer, pengrajin, dan pelaku usaha untuk meningkatkan kualitas produk sekaligus memperkuat daya saing. Ia menilai peran Bank Indonesia juga strategis dalam membantu menghadirkan pembeli potensial melalui pameran dan promosi yang berkelanjutan.

Ia mengajak masyarakat menjadikan penggunaan wastra lokal sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari. Menurutnya, kebanggaan menggunakan wastra Sulawesi Selatan merupakan bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat.

"Jangan pernah memandang sebelah mata kain sutra dan wastra kita. Jika masyarakat sendiri bangga menggunakannya, maka wastra Sulawesi Selatan akan semakin dikenal hingga tingkat nasional bahkan dunia," pungkas Jufri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....