Lapas Makassar Panen 65 Kg Selada, Wujudkan Pembinaan Warga Binaan yang Produktif

  • 05 Okt 2026 12:42 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Makassar terus mengembangkan kegiatan pembinaan yang dapat membekali warga binaan dengan keterampilan produktif dan memiliki nilai ekonomi. Salah satu kegiatan tersebut diwujudkan melalui budidaya tanaman selada di lingkungan Lapas. Hasilnya, sebanyak 65 kilogram selada berhasil dipanen pada Senin, 5 Oktober 2026.

Kegiatan pertanian ini tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan komoditas pangan, tetapi juga menjadi bagian dari program pembinaan kemandirian bagi warga binaan.

Kepala Lapas Kelas I Makassar, Gumilar Budirahayu, mengatakan kegiatan tersebut sejalan dengan upaya mendukung ketahanan pangan sekaligus implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Menurutnya, keterlibatan warga binaan dalam proses pertanian diharapkan dapat memberikan pengalaman sekaligus keterampilan yang bisa menjadi bekal setelah mereka kembali ke lingkungan masyarakat.

“Pembinaan kemandirian melalui kegiatan pertanian ini kita dorong agar warga binaan memiliki keterampilan, pengalaman, dan semangat untuk produktif. Hasil panen yang diperoleh juga memberikan nilai ekonomi bagi mereka melalui pemberian premi dari hasil penjualan,” ujar Gumilar.

Sebanyak 65 kilogram selada yang dipanen selanjutnya akan diserahkan kepada pengepul untuk dipasarkan. Warga binaan yang terlibat dalam kegiatan tersebut mendapatkan premi dari hasil penjualan sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi mereka.

Keterlibatan warga binaan mencakup berbagai tahapan budidaya, mulai dari proses perawatan tanaman hingga pelaksanaan panen. Pengalaman tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam menjalankan kegiatan produktif.

Gumilar menilai pemberian premi juga memiliki fungsi sebagai motivasi agar warga binaan semakin aktif mengikuti program pembinaan yang diselenggarakan pihak Lapas.

“Kami ingin kegiatan pembinaan di Lapas tidak hanya memberikan keterampilan, tetapi juga menghasilkan sesuatu yang bermanfaat dan bernilai. Melalui pertanian seperti budidaya selada ini, kita turut mendukung ketahanan pangan sekaligus mempersiapkan warga binaan agar lebih mandiri ketika nantinya kembali ke tengah masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, pembinaan kemandirian akan terus diarahkan pada berbagai aktivitas yang produktif, berkelanjutan, dan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi warga binaan.

Panen selada tersebut menjadi salah satu hasil nyata dari pemanfaatan kegiatan pertanian sebagai sarana pembinaan di dalam Lapas.

Melalui program tersebut, warga binaan tidak hanya mendapatkan pengalaman bercocok tanam, tetapi juga kesempatan merasakan hasil dari keterampilan dan kerja yang mereka lakukan.

Program pembinaan produktif seperti ini diharapkan dapat membantu membentuk warga binaan yang lebih siap, terampil, dan memiliki semangat untuk hidup mandiri setelah menyelesaikan masa pidananya.(**)

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....