Mubaligh Didorong Jadi Agen Perubahan untuk Wujudkan Makassar Bersih

  • 20 Agt 2026 17:31 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Masjid Musholla Indonesia Muttahidah (DPP IMMIM) bekerja sama dengan Pemerintah Kota Makassar menggelar diskusi bulanan dengan mengangkat tema “Mubaligh dan Spirit Kemerdekaan untuk Makassar Bersih", di Gedung IMMIM, Kamis 20 Agustus 2026.bKegiatan tersebut menjadi bagian dari momentum memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai unsur, di antaranya Kantor Kementerian Agama Kota Makassar, Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar, serta DPP IMMIM. Diskusi membahas peran tokoh agama dan pengurus masjid dalam mendorong kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan kebersihan dan sampah.

Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kantor Kementerian Agama Kota Makassar sekaligus Sekretaris Lembaga Dakwah IMMIM (LADIM) Kota Makassar, Hasan Pinang mengatakan, tema tersebut sengaja dipilih untuk mengaitkan semangat kemerdekaan dengan persoalan kebersihan lingkungan yang menjadi tanggung jawab bersama.

Menurutnya, Kementerian Agama memiliki program Gerakan Bersih-Bersih Masjid dan seluruh rumah ibadah atau Gebermas. Program tersebut menjadi salah satu upaya untuk mendorong pengurus rumah ibadah dan masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan.

“DPP IMMIM bekerja sama dengan Pemerintah Kota Makassar melaksanakan diskusi bulanan dengan tema Mubaligh dan Spirit Kemerdekaan untuk Makassar Bersih. Tema ini sengaja dipilih karena bertepatan dengan momentum 17 Agustus 2026, sekaligus menguatkan program gerakan bersih-bersih masjid dan seluruh rumah ibadah,” ujar Hasan.

Hasan menjelaskan, terdapat titik temu antara program pemerintah daerah dengan program Kementerian Agama melalui Gebermas. Selain mendorong kebersihan rumah ibadah, gerakan tersebut juga diarahkan pada penguatan pemilahan sampah, terutama sampah organik dan anorganik.

Ditambahkan, tingginya produksi sampah di Kota Makassar menjadi tantangan yang harus dihadapi secara bersama. "Tidak semua kecamatan memiliki kemampuan untuk mengelola sampah secara mandiri, sehingga edukasi dan penguatan partisipasi masyarakat menjadi bagian penting dalam mendukung target pemerintah,"pungkas Hasan.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar, Helmy Budiman, menegaskan program Makassar Bersih bukan merupakan gerakan baru. Program tersebut bagian dari mandat pemerintah dalam membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan.

Sedangkan, Ketua I DPP IMMIM sekaligus Wakil Rektor I UIN Alauddin Makassar, Kamaluddin Abu Nawas, menekankan pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab pemerintah yang membutuhkan dukungan seluruh masyarakat. Dikatakan, sosialisasi mengenai pengelolaan sampah perlu dilakukan secara masif dengan melibatkan mubaligh dan pengurus masjid. Masjid dan rumah ibadah dinilai memiliki posisi strategis sebagai pusat edukasi masyarakat karena bersentuhan langsung dengan kehidupan warga.

Ia menambahkan, masyarakat juga perlu didorong untuk melakukan pemilahan sampah sejak dari sumbernya. Sampah organik dan anorganik harus dipisahkan agar pengelolaannya menjadi lebih mudah dan memberikan manfaat bagi lingkungan. Selain masjid dan rumah ibadah, sosialisasi juga perlu diperluas ke sekolah, madrasah, dan pondok pesantren. Pendampingan secara berkelanjutan dinilai penting agar kebiasaan menjaga kebersihan tidak hanya menjadi kegiatan sesaat, tetapi menjadi budaya dalam kehidupan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar sekaligus Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa Munafri, sebagai keynote speaker menegaskan pentingnya menjadikan kebersihan sebagai gerakan bersama. Para mubaligh diharapkan dapat menjadi corong sekaligus agen perubahan dalam mengedukasi masyarakat mengenai pengelolaan sampah.

Melinda juga menilai persoalan sampah di Makassar membutuhkan keterlibatan seluruh elemen, termasuk tokoh agama, pengurus masjid, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, dan lembaga dakwah. Dengan kesadaran dan pola pikir yang sama, upaya pengelolaan sampah diharapkan dapat berjalan lebih efektif.

Melalui diskusi tersebut, Melinda berharap para mubaligh dapat mengambil peran lebih besar dalam menyampaikan pesan kebersihan kepada umat. Nilai kebersihan yang sejalan dengan ajaran agama diharapkan dapat menjadi landasan untuk membangun budaya memilah dan mengelola sampah dari lingkungan terkecil hingga tingkat kota.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....