Sebanyak 480 Dapur MBG Serentak Aktif, BGN Sasar Wilayah yang Masih Membutuhkan

  • 03 Okt 2026 09:13 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar — Perluasan program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus dilakukan dengan menyasar wilayah yang dinilai membutuhkan layanan pemenuhan gizi lebih cepat. Badan Gizi Nasional (BGN) resmi mengaktivasi 480 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) secara serentak di 16 provinsi yang masuk wilayah 3T dan daerah dengan prevalensi stunting tinggi.

Aktivasi ratusan dapur SPPG tersebut dilakukan secara terhubung melalui Zoom dengan pusat kegiatan berada di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, pada Jumat, 2 Oktober 2026. Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono memimpin langsung kegiatan yang menjadi bagian dari perluasan layanan MBG tersebut.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan jumlah dapur SPPG yang telah beroperasi di Indonesia kini mencapai 27.022 unit. Namun, menurutnya, angka tersebut masih akan terus bertambah karena terdapat dapur yang sudah siap digunakan di sejumlah wilayah yang membutuhkan pelaksanaan MBG.

“Kurang lebih dua bulan saya menjabat sebagai Kepala Badan Gizi Nasional. Saat ini sudah berjalan 27.022 dapur yang beroperasi di seluruh Indonesia,” ujar Sudaryono dalam Peresmian SPPG Wilayah 3T dan Prevalensi Stunting Tinggi di 16 Provinsi Indonesia Timur, Jumat 2 Oktober 2026.

Sudaryono menjelaskan, keberadaan dapur yang telah siap beroperasi menjadi salah satu pertimbangan dalam mempercepat perluasan layanan MBG. Ia menyebut sejumlah dapur tersebut berada di wilayah yang dinilai membutuhkan program tersebut untuk segera berjalan.

“Ternyata masih banyak dapur-dapur yang siap beroperasi, dan dapur-dapur yang siap beroperasi itu berada di wilayah-wilayah yang memang dibutuhkan MBG-nya untuk segera berjalan,” katanya. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa perluasan MBG tidak hanya berkaitan dengan penambahan jumlah SPPG, tetapi juga dengan upaya mengarahkan layanan ke daerah yang membutuhkan.

Aktivasi 480 SPPG di 16 provinsi menjadi bagian dari langkah BGN memperluas jangkauan pelayanan pemenuhan gizi di Indonesia. Fokus pada wilayah 3T dan daerah dengan prevalensi stunting tinggi membuat pembukaan dapur SPPG diarahkan untuk menjangkau kawasan yang memiliki kebutuhan lebih besar.

Menurut Sudaryono, pengoperasian SPPG di berbagai daerah tersebut tidak berarti proses perluasan MBG telah selesai. “Saat ini sudah berjalan 27.022 dapur yang beroperasi di seluruh Indonesia,” ujarnya, menegaskan bahwa jumlah dapur yang telah aktif masih menjadi bagian dari proses pengembangan layanan secara nasional.

BGN menyatakan pembukaan SPPG akan terus dilakukan secara bertahap dengan melihat kebutuhan masyarakat dan kesiapan masing-masing dapur. Dengan pola tersebut, perluasan MBG diarahkan tidak hanya mengejar jumlah dapur yang aktif, tetapi juga mempertimbangkan wilayah yang menjadi sasaran pelayanan.

Sudaryono menegaskan masih terdapat dapur yang siap beroperasi dan berada di kawasan yang membutuhkan MBG untuk segera dilaksanakan. “Dapur-dapur yang siap beroperasi itu berada di wilayah-wilayah yang memang dibutuhkan MBG-nya untuk segera berjalan,” katanya.

Aktivasi serentak di 16 provinsi sekaligus memperlihatkan bahwa perluasan SPPG dilakukan secara bertahap dengan menyasar wilayah tertentu. Bagi BGN, keberadaan dapur yang siap beroperasi menjadi salah satu modal untuk memperluas cakupan MBG, terutama di daerah 3T dan wilayah dengan prevalensi stunting tinggi.

Ke depan, jumlah SPPG diperkirakan terus bertambah seiring dengan kesiapan dapur dan kebutuhan masyarakat di berbagai daerah. “Ternyata masih banyak dapur-dapur yang siap beroperasi,” kata Sudaryono, menandai bahwa proses perluasan layanan MBG masih akan berlangsung setelah aktivasi 480 SPPG tersebut.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....