Masuk Tahun Ajaran Baru, 210 Siswa SMPN 28 Makassar Kembali Terima MBG
- 20 Jul 2026 13:21 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali didistribusikan kepada para siswa setelah masa libur sekolah berakhir dan memasuki tahun ajaran baru 2026/2027. Di SMP Negeri 28 Makassar yang berada di Pulau Barrang Lompo, pendistribusian MBG kembali berjalan sejak hari pertama pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Hari pertama pendistribusian MBG pada tahun ajaran baru berlangsung pada 13 Juli 2026. Sebanyak sekitar 210 siswa di SMPN 28 Makassar kembali menerima manfaat program tersebut yang dibagikan saat jam istirahat sekolah.
Guru SMPN 28 Makassar, Abdul Gafur, mengatakan sekolahnya telah menerima program MBG sejak semester lalu. Menurutnya, seluruh jenjang pendidikan di Pulau Barrang Lompo kini telah menikmati program tersebut karena telah tersedia dapur penyedia MBG di wilayah tersebut.
"Di sekolah kami sudah menerima MBG sejak semester lalu. Di pulau kami juga sudah ada dapur MBG. Semua sekolah di Barrang Lompo sudah menerima MBG, mulai dari dua TK, dua SD, satu SMP, hingga satu SMA," ujar Abdul Gafur, Senin 20 Juli 2026.
Sebelum kembali berjalan pada tahun ajaran baru, pendistribusian MBG di Pulau Barrang Lompo sempat terhenti sementara. Penghentian tersebut terjadi seiring adanya persoalan yang menimpa Badan Gizi Nasional (BGN) sehingga program sempat dievaluasi sebelum kembali dilanjutkan.
Abdul Gafur mengungkapkan antusiasme siswa menyambut kembali program MBG sangat tinggi. Selain menikmati makanan bergizi yang disediakan pemerintah, para siswa juga dapat menghemat uang saku karena memperoleh makan siang di sekolah.
Proses pengantaran makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menyesuaikan kesiapan dapur. Makanan terkadang tiba sekitar pukul 08.00 WITA atau pukul 09.00 WITA, namun pembagiannya kepada siswa tetap dilakukan saat waktu istirahat agar tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar.
Ia menyakini, program MBG mampu memberikan kontribusi positif terhadap pemenuhan gizi peserta didik. Meski demikian, Abdul Gafur menilai pertumbuhan dan perkembangan anak tidak hanya ditentukan oleh program tersebut, melainkan juga dipengaruhi berbagai faktor pendukung lainnya.
"Antusias anak-anak luar biasa saat menyantap menu MBG. Memang ada beberapa yang menyampaikan keluhan terkait menu, misalnya mereka lebih suka sayur sup tetapi yang datang sayur tumis. Itu lebih karena perbedaan selera. Saya kira MBG ikut berkontribusi terhadap tumbuh kembang anak, meski tetap ada faktor-faktor lain yang juga mendukung," tutup Abdul Gafur.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....