Hadapi Kekeringan, Pemkab Sidrap Tambah Pompa Air dari Danau Sidenreng

  • 29 Sep 2026 18:13 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Sidrap - Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) mengupayakan penyelamatan tanaman padi yang terdampak kekeringan dengan mengoptimalkan pompanisasi dari Danau Sidenreng. Upaya tersebut dilakukan Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif saat meninjau saluran irigasi pertanian Arateng–Amparita–Teteaji–Polewali, Kecamatan Tellu Limpoe, Selasa, 29 September 2026.

Syaharuddin bersama jajaran terkait menyusuri saluran irigasi hingga ke kawasan Danau Sidenreng untuk melihat langsung kondisi sumber air dan kebutuhan persawahan. Dari hasil peninjauan, pemerintah daerah menyiapkan penambahan pompa untuk mengalirkan air danau ke saluran irigasi. Air selanjutnya akan dipompa kembali menuju lahan pertanian yang membutuhkan.

Di Desa Teteaji, terdapat sekitar 400 hektare pertanaman padi yang masih diupayakan bertahan hingga masa panen. Sementara di Kelurahan Arateng, pemanfaatan air danau dioptimalkan melalui kegiatan optimalisasi lahan rawa.

“Pertanaman yang ada di kelompok tani minimal bisa diselamatkan beberapa puluh hektare karena dampak kemarau empat bulan ini. Ada yang bisa diselamatkan, ada yang tidak. Ini masih usaha, mudah-mudahan bisa berhasil,” ujar Syaharuddin.

Menurutnya, pemanfaatan air Danau Sidenreng sebelumnya telah dilakukan dengan pengerukan saluran untuk memperlancar aliran menuju area persawahan.

Namun, debit air danau yang terus menurun membuat pemerintah perlu menambah pompa agar air dapat dialirkan ke saluran irigasi. Selanjutnya, distribusi ke persawahan dilakukan menggunakan pompa berukuran 3 atau 4 inci.

“Air danau mulai surut, maka jalan keluarnya kita menambah pompanisasi dari danau, kurang lebih 100 meter baru dimasukkan ke saluran. Dari saluran dipindahkan lagi menggunakan pompa 3 inci atau 4 inci. Sistem ini pasti membantu,” jelasnya.

Syaharuddin mengatakan peninjauan langsung diperlukan untuk memastikan kondisi di lapangan sekaligus menemukan solusi yang dapat diterapkan bersama petani dan jajaran pemerintah.

"Pasti selalu ada jalan keluar. Tadi saya ke Arateng sampai ke bibir danau melihat langsung. Kadang kalau bupati tidak turun, camat tidak turun, ada solusi yang diketahui masyarakat tetapi tidak mampu dikerjakan. Kalau saya langsung turun, bisa langsung cari jalan keluarnya, tergantung petaninya,” katanya.

Ia menambahkan, penanganan di kawasan Arateng merupakan kelanjutan dari upaya sebelumnya pada pembuangan pertama yang telah membantu menyelamatkan tanaman hingga memasuki masa panen.

Kini, pemerintah mengarahkan penanganan ke pembuangan kedua dengan memanfaatkan sumber air dari jaringan irigasi dan Danau Sidenreng.

Seorang petani menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sidrap atas dukungan yang diberikan dalam menghadapi kondisi kekeringan.

“Terima kasih atas bantuannya sehingga kita bisa berusaha merawat padi yang ada sekarang ini dan bisa sampai panen,” ujarnya.

Peninjauan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas TPHPKP Ibrahim, Camat Tellu Limpoe Ridwan, Kabid Humas IKP Achmad Dagri, unsur Forkopimcam, kepala desa, jajaran Dinas TPHPKP, serta penyuluh pertanian lapangan.(**)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....