Bupati Sidrap Cek Sawah di Kelurahan Bangkai, Pastikan Listrik Masuk Sawah
- 09 Sep 2026 12:37 WIB
- Makassar
RRI. CO.ID, SIDRAP — Di tengah ancaman El Niño yang berpotensi mengganggu ketersediaan air, Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) terus berupaya menjaga produktivitas pertanian. Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif turun langsung mengecek kondisi persawahan di Kelurahan Bangkai, Kecamatan Watang Pulu, Selasa (8/9/2026).
Pengecekan dilakukan di kawasan persawahan Toddang Bojo, sekitar Perkampungan Batu Pute. Sebelumnya, Bupati berada di wilayah tersebut untuk meninjau pembangunan infrastruktur jalan.
Di sela kunjungan, Syaharuddin menyempatkan diri melihat kondisi tanaman padi sekaligus memastikan ketersediaan air bagi lahan yang tengah digarap petani. Ia mengatakan, Toddang Bojo sebelumnya merupakan kawasan persawahan tadah hujan. Kondisi itu membuat petani cukup rentan mengalami gagal panen ketika musim kemarau berlangsung.
“Dulu Toddang Bojo ini sawah tadah hujan. Kalau musim kemarau pasti gagal panen. Tapi Alhamdulillah, kita bersyukur dengan program Listrik Masuk Sawah,” kata Syaharuddin.
Saat mengecek salah satu lahan milik Ketua Kelompok Tani setempat, Bupati melihat tanaman padi varietas Inpari 32 masih tumbuh di tengah kondisi kemarau. Menurut Syaharuddin, keberadaan sumur bor yang didukung program Listrik Masuk Sawah mulai memberikan manfaat bagi petani. Meskipun debit air yang tersedia belum besar, pasokan tersebut masih mampu membantu mempertahankan pertumbuhan tanaman padi.
“Saya sengaja berkunjung ke Batu Pute. Satu bulan yang lalu saya sudah datang, sekarang pelan-pelan airnya tetap ada walaupun sedikit,” ujarnya.
Untuk memperkuat ketersediaan air bagi petani, Pemkab Sidrap juga menyiapkan bantuan sumur bor bagi kelompok tani di kawasan tersebut. Sebanyak delapan kelompok tani akan menerima bantuan sumur bor berukuran tiga inci. Bantuan tersebut akan disalurkan melalui masing-masing lurah sebelum dibawa ke lokasi kelompok tani.
“Besok delapan kelompok tani melalui delapan lurah mengambil bantuan di kantor, kemudian dibawa ke sini. Masing-masing mendapatkan bor 3 inci,” jelasnya.
Program penyediaan sumur bor tersebut juga direncanakan berlanjut pada 2027. Delapan kelompok tani di Batu Pute ditargetkan kembali memperoleh tiga unit sumur bor untuk setiap kelompok. Dengan rencana tersebut, sebanyak 24 unit sumur bor akan disiapkan untuk delapan kelompok tani di kawasan Batu Pute pada 2027.
Kunjungan Bupati turut dihadiri Anggota DPRD Komisi III, jajaran OPD terkait, Camat Watang Pulu, Forkopimcam, tokoh masyarakat, serta warga setempat. Pemerintah berharap dukungan infrastruktur air tersebut dapat membantu petani mempertahankan produktivitas padi meski menghadapi kondisi kemarau.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....