Dukung Bonus Demografi, BBPOM Makassar Perkuat Edukasi Keamanan Pangan

  • 22 Sep 2026 11:12 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, MAKASSAR — Keamanan pangan menjadi salah satu isu strategis nasional yang perlu mendapat perhatian bersama, terutama dalam menghadapi bonus demografi Indonesia pada 2030–2040. Ketersediaan pangan yang aman, bermutu, dan bergizi dinilai penting untuk mendukung kesehatan masyarakat sekaligus meningkatkan daya saing bangsa.

Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Makassar, Yosef Dwi Irwan mengatakan bonus demografi harus didukung dengan kualitas sumber daya manusia yang sehat. Karena itu, keamanan pangan tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga memiliki dampak terhadap ketahanan nasional dan kemampuan Indonesia meningkatkan daya saing ekonomi. "Bonus demografi yang akan diperoleh Indonesia dalam kurun waktu 2030–2040 harus didukung dengan ketersediaan pangan yang aman, bermutu, dan bergizi. Momentum ini akan melepaskan Indonesia dari middle income trap menjadi high level income country," ujar Yosef, Senin, 21 September 2026.

Menurutnya, persoalan keamanan pangan tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah. Diperlukan sinergi lima unsur, yakni pemerintah, pelaku usaha, masyarakat, perguruan tinggi, dan media untuk memastikan pangan yang beredar dan dikonsumsi masyarakat memenuhi aspek keamanan dan mutu.

Yosef menilai perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mendorong perubahan di tengah masyarakat. Salah satunya melalui program KKN Tematik yang memungkinkan mahasiswa menerapkan pengetahuan akademik sekaligus membantu masyarakat menyelesaikan persoalan di lapangan.

Program KKN Tematik Keamanan Pangan Unhas merupakan integrasi tiga program unggulan BPOM, yakni Sapa Kampus Berdampak, Desa Pangan Aman, dan Sapa Kader Inklusif. Melalui program tersebut, mahasiswa dibekali kompetensi sebagai Fasilitator Keamanan Pangan dan Kader Keamanan Pangan.

Universitas Hasanuddin menjadi salah satu dari enam perguruan tinggi yang ditetapkan sebagai pilot project program tersebut di Indonesia. Dalam pelaksanaannya, sebanyak 70 mahasiswa KKN Tematik Keamanan Pangan ditempatkan di 10 desa di Kabupaten Bantaeng selama sekitar 45 hari.

Selama pelaksanaan program, mahasiswa melakukan pendampingan terhadap 30 Industri Rumah Tangga Pangan, 27 usaha pangan siap saji, dan 48 ritel pangan. Pendampingan tersebut juga mendorong penerbitan 71 Nomor Induk Berusaha (NIB) dan 25 Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT).

Selain itu, mahasiswa berhasil membentuk 106 Kader Keamanan Pangan Desa dan 297 komunitas yang terdiri atas unsur PKK, pemuda, sekolah, serta berbagai komunitas masyarakat lainnya. Yosef menyebut capaian tersebut menunjukkan edukasi keamanan pangan dapat berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi masyarakat. Ketika pelaku usaha memahami keamanan pangan sekaligus memenuhi aspek legalitas produk, peluang untuk mendapatkan kepercayaan konsumen dan mengembangkan usaha menjadi semakin terbuka.

"Kami sangat mengapresiasi capaian adik-adik mahasiswa KKN Tematik Keamanan Pangan Unhas Batch 116, karena berhasil memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kesadaran keamanan pangan sekaligus menjadi penggerak ekonomi kerakyatan melalui pendampingan UMKM desa hingga mendapatkan izin edar," ungkap Yosef.

Ia berharap pengalaman mahasiswa selama KKN dapat menjadi bekal ketika memasuki dunia kerja sekaligus mendorong lahirnya lebih banyak wirausahawan. Menurutnya, inovasi dan pendampingan yang dilakukan mahasiswa dapat dikembangkan menjadi peluang usaha sekaligus membuka lapangan pekerjaan.

Sebelumnya Expo Produk KKN Unhas Gelombang 116 yang digelar pada 19 September 2026 menjadi ruang untuk memamerkan hasil kegiatan sekaligus melakukan refleksi bersama para mitra. Kegiatan tersebut juga diharapkan menjadi awal keberlanjutan kolaborasi agar pengetahuan, kader, jejaring, dan praktik baik keamanan pangan yang telah dibangun selama KKN tetap hidup dan memberikan dampak bagi kesehatan masyarakat serta perekonomian kerakyatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....