BBPOM Makassar Perkuat Keamanan Pangan Program MBG dari Hulu ke Hilir
- 19 Agt 2026 21:06 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Makassar memperkuat dukungan terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui peningkatan kapasitas petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Langkah ini dilakukan untuk memastikan makanan yang diterima penerima manfaat tidak hanya bergizi, tetapi juga aman dan bermutu.
Kepala BBPOM Makassar, Yosef Dwi Irwan, mengatakan MBG merupakan salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto yang perlu didukung seluruh kementerian dan lembaga sesuai tugas dan kewenangan masing-masing. Menurutnya, BPOM memiliki peran dalam memperkuat aspek keamanan pangan pada pelaksanaan MBG. Penguatan dilakukan melalui sejumlah kegiatan, mulai dari pelatihan hingga dukungan pemeriksaan apabila diperlukan.
“Program MBG ini merupakan salah satu program unggulan Bapak Presiden Prabowo Subianto. Sesuai arahan dan instruksi Kepala Badan POM Taruna Ikrar, kami juga harus memberikan dukungan dan memastikan program MBG berjalan dengan baik, khususnya dari sisi keamanan pangan,” ujar Yosef, Rabu, 19 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, pengawasan keamanan pangan dalam program MBG harus dilakukan secara menyeluruh. Hal itu mencakup proses pemilihan bahan baku, pengolahan makanan, pemorsian, hingga makanan didistribusikan dan dikonsumsi oleh penerima manfaat.
Yosef menegaskan, keterlibatan BBPOM Makassar bukan karena standar keamanan pangan di SPPG sebelumnya dianggap belum maksimal. Menurutnya, SPPG telah memiliki standar yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN), sedangkan BPOM hadir sebagai bagian dari kolaborasi untuk memperkuat pelaksanaan program tersebut.
“Jadi saya tidak mengatakan sebelumnya itu kurang, tetapi ini merupakan bagian dari kolaborasi. Tidak ada lembaga ataupun kementerian yang bisa bekerja sendiri. Sebagai bagian dari pemerintah, kita harus mendukung dan menyukseskan program MBG sesuai dengan tugas kita, dan kami memiliki kompetensi di bidang keamanan pangan,” jelasnya.
Dalam rangka penguatan kapasitas, BBPOM Makassar juga memberikan pelatihan kepada kepala SPPG, ahli gizi, hingga penjamah pangan. Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan, kompetensi, dan kesadaran para petugas mengenai pentingnya penerapan keamanan pangan dalam setiap tahapan penyediaan makanan.
Selain pelatihan kompetensi, BBPOM Makassar memberikan pembekalan penggunaan rapid test kit. Alat tersebut dapat dimanfaatkan sebagai sarana deteksi dini terhadap kemungkinan adanya cemaran pada bahan pangan yang digunakan dalam penyediaan MBG.
Yosef mengatakan, keberadaan rapid test kit di sejumlah SPPG sebenarnya sudah tersedia. Namun, sebagian petugas masih membutuhkan peningkatan kapasitas agar mampu menggunakan alat tersebut secara tepat dan mengoptimalkan fungsinya sebagai deteksi awal.
Pemeriksaan dengan rapid test kit antara lain dapat digunakan untuk mendeteksi cemaran kimia seperti formalin, boraks, dan residu pestisida, serta melakukan pemeriksaan tertentu terkait mutu bahan pangan seperti kesegaran ayam dan ikan melalui indikator histamin. Untuk cemaran mikrobiologi, Yosef menjelaskan diperlukan peralatan tertentu seperti inkubator sehingga pemeriksaannya tidak dapat dilakukan dengan metode yang sama. Meski demikian, petugas dapat melakukan pengamatan organoleptik sebagai deteksi sederhana dengan memperhatikan perubahan bau, rasa, warna, dan penampakan bahan atau makanan.
Melalui penguatan kapasitas tersebut, Yosef berharap keamanan pangan dalam program MBG semakin terjamin. Dengan demikian, penerima manfaat, termasuk anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, dapat memperoleh makanan bergizi yang aman, sehat, dan bermutu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....